coba analogi ini: bagusan mana pedang, golok, kampak, pisau? menurut saya semua sama bagusnya untuk keperluan/tugas tertentu. pake package management tools atawa _mentahan_ (baca: dari source) tentu berdasar kebutuhan dan keperluan.
menggunakan package management tool (RPM, APT, dpkg, whatever) berarti kita mempercayakan segala urusan administratif sebuah package pada tool tersebut, termasuk urusan dependencies. ketergantungan kita pada tools semakin tinggi apakah itu reliability, compatibility, dll. kalo karena suatu sebab tool tersebut gagal melakukan fungsinya apakah kita siap menerima resikonya? sebaliknya menggunakan cara _mentahan_ memberikan kebebasan sepenuhnya kepada kita, sedemikian bebasnya sehingga kita sendiri harus tertib dan disiplin dalam mengelola administrasinya. hal ini yang membuat sebagian orang menyukainya karena memberikan tantangan yang besar ;-). sekali kita tidak patuh dengan aturan yang kita tetapkan sendiri, maka administrasi sistem akan lebih susah apalagi penerusnya. atau kombinasi dua cara diatas? belajarlah menggunakan pisau dulu sambil mengetahui apa itu pedang, golok, kapak. saat kita mahir/paham tentang pisau maka untuk menguasai pedang, golok maupun kapak hanya masalah latihan. setelah itu kita belajar menggunakan bedil, pistol, meriam, tank, bom, dinamit, dll salam On Thu, 17 Jul 2003, David Sudjiman wrote: > > Terimakasih untuk atensi rekan-rekan sekalian. > > Sejauh ini saya lebih diyakinkan untuk menggunakan tarball (source). > Memang untuk yang satu ini lebih fleksibel. Tetapi yang saya ingin > tanyakan adalah bagaimana prosedur update yang rekan-rekan gunakan. Kalo > -- Yudhi Kusnanto |- +62 811 292 184 STMIK Akakom Yogyakarta |- +62 274 523 438 Indonesia --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

