Contohnya, ada sebuah perusahaan yang ingin membangun suatu sistem komputerisasi. Anda diminta, sebagai orang luar untuk mengembangkannya. Tentu saja Anda dibayar dengan lumayan. Syaratnya ialah, Anda harus memberikan dokumen analisis dan perancangan sistem, tidak ketinggalan source code yang telah didevelop.
Saya sih menganggap ini juga merupakan praktik Open Source.
Definisi Free di Open Source, bukan berarti gratis, tapi user free untuk melakukan perubahan sesuai dengan keinginan.
Untuk membangun bisnis Open Source, kita jangan meng-hire developer, tapi justru kita libatkan mereka di sela2 waktu mereka. Karena hobi mereka. Toh, Linus pun mengembangkan Linux dari sekedar ingin mengimplementasikan sis op serupa UNIX di x86 (PC). Dari sekedar hobi, dan ternyata didukung oleh beberapa orang dan perusahaan.
Selanjutnya kita bisa melanjutkan dengan hal2 seperti yang dijelaskan oleh teman2, dari konsultasi, training, dokumen.
Ini masukan dari saya.
Thanks
Mico Siahaan wrote:
Nah saya mau bicara dari sisi bisnis.
Bung Harry menuliskan bahwa secara bisnis, Open Source bisa juga lebih menguntungkan, bergantung kreativitas.
Nah, terus terang saya masih bingung bagaimana membangun bisnis di atas landasan Open Source.
Contohnya: saat ini kami memiliki cita-cita dan sedang mengembangkan aplikasi ERP untuk perusahaan menengah. Saat ini kami terbentur masalah: dana dan sumber daya manusia. Dana kami terbatas, namun tidak manusiawi rasanya jika programmer kami harus kerja rodi tanpa upah yang memadai.
Di sisi lain: sulit untuk mencari klien yang mau membeli produk kami dengan
harga 'lumayan' apalagi jika calon klien tahu bahwa aplikasi dibangun atas
dasar aplikasi Open Source yang bagi mereka identik dengan 'gratis' dan murah'
Jadi, bagaimana saran teman-teman semua?
-mico-
-------Original Message-------
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, October 01, 2003 3:51:50 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [linux-aktivis] Re: [linux-setup] Kualitas SW Open Source dan Proprietry
Bisa lebih baik open-source, bisa juga proprietary - tidak bisa digeneralisir.
Tapi open-source lebih etis secara moral, karena tidak membuat customer terkunci / terjebak dengan satu vendor.
Dan secara bisnis, open-source juga bisa lebih menguntungkan. Tergantung dari kreatifitas, dan implementasi dari bisnis tsb sendiri.
regards,
-HS
-- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

