Waktu itu, 01-Oct-2003, kamu (Mico Siahaan) menulis:
>  Nah saya mau bicara dari sisi bisnis.

> 

> Bung Harry menuliskan bahwa secara bisnis, Open Source bisa juga lebih
> menguntungkan, bergantung kreativitas.

> 

> Nah, terus terang saya masih bingung bagaimana membangun bisnis di atas
> landasan Open Source.

> 


go go go!.. kerjakan biar nggak bingung..

> Contohnya: saat ini kami memiliki cita-cita dan sedang mengembangkan
> aplikasi ERP untuk perusahaan menengah. Saat ini kami terbentur masalah:
> dana dan sumber daya manusia. Dana kami terbatas, namun tidak manusiawi
> rasanya jika programmer kami harus kerja rodi tanpa upah yang memadai.

> 


Untuk cita-cita Anda, apa yang sudah Anda kerjakan? Kerja untuk suatu
cita-cita yang kuat, bukanlah masalah. Kalau masih cita-cita, dan
jumlahnya banyak tapi semua ada di kepala saja..jadi pemimpi.

> Di sisi lain: sulit untuk mencari klien yang mau membeli produk kami dengan
> harga 'lumayan' apalagi jika calon klien tahu bahwa aplikasi dibangun atas
> dasar aplikasi Open Source yang bagi mereka identik dengan 'gratis' dan 
> murah'


Ada 2 hal untuk mulai. Bisa dipilih :
- cari informasi kebutuhan ERP di tempat yang Anda mau jualan. Cari
  sebanyak mungkin. Seberapa banyak mereka butuh? Siapa saja yang sudah
disitu (maksudnya yang jualan ERP) Gimana kansnya? Dari situ, Anda akan
punya motivasi, layak atau tidak ERP Anda dikembangkan. Sukur-sukur
kalau sudah kebayang gimana jualannya, harganya berapa. Tantangannya:
cari pemodal.

- Mulai dengan coding software ERP yang menurut Anda bagus. Cobain
  perbandingan-perbandingannya jika mungkin. Anda harus senang hati
menjalankannya. Minta banyak orang nyobain. Jangan mikir cari duit
dulu. Toh jika Anda puas, pasti ada cara untuk menjualnya. Tantangannya:
menyambung hidup selama development.

Sependek pengalaman saya, free software atau propietary software.. sama
saja tantangannya. Daripada propietary dibajak, lebih baik free jadi
secara mental sudah siap berbagi.

Tentang open source atau closed source, itu masalah lain lagi. Itu
tentang metode pengembangan software. Kaitannya kepada kualitas software
yang dihasilkan. Ke bisnis? Hubungannya tidak terlalu fundamental.

Saya jadi ingat, sebuah cerita..
Saat melihat batu besar ditengah jalan, banyak orang akan langsung membatin
bahwa dia tidak akan kuat memindahkannya. Kesimpulan diambil hanya
dengan melihat, membayangkan beratnya, lalu bilang tidak kuat.
Hanya sedikit yang mau coba angkat dulu sampe ngos ngosan, cari
pengungkit cari cara dll..kalau mentok baru bilang nggak bisa..

-- 
fade2bl.ac

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke