On Thu, Oct 02, 2003 at 04:47:09PM +0700, Rachman Chavik wrote:

> Kalo masalah government, kayanya kita mesti nunggu Indonesia ganti 2-3 
> generasi, baru bisa lebih pinter. Mungkin juga 20-30 generasi lagi.  
> Wallahualam.

Masalahnya mungkin seperti ini, karena di rata-rata SMU/Univ di Indonesia
diajarin dengan menggunakan software yang bajakan, mungkin pola
pikir mereka berbeda dengan bagaimana rasanya kalau punya software
dan dibajak :). Mungkin juga karena pertimbangan "link and match".

Contoh kecil, semester ini saya dapat matakuliah pemrograman visual,
yang intinya disuruh bikin program dari VB :) padahal pak dosennya
juga tahu ada Kylix dlsb di Linux. Kalau ditanya kenapa ndak pakai
opensource saja, jawabannya "Itu tidak sesuai kurikulum/silabus" 
hehe.

Mudah-mudahan setelah lulus, saya ahli dalam software-software MS :)
Mungkin pemikiran saya salah, tapi realita mendidik untuk menggunakan
software bajakan (di tingkat univ pun) masih tinggi di Indonesia.

Selanjutnya mudah ditebak, lulusannya pun jadi ketagihan :)

 Asfihani

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke