Saya juga heran, yg dipermasalahkan kok soal user-friendliness (baca di detik.com brp hari lalu). Memangnya KPU itu mau pake program apa? Bikin sendiri bukan? Kalo iya memangnya apa bedanya kalo buat programnya di Linux sama di Windows, kalo bikin programnya mengikuti UI guidelines yg benar mau di OS manapun nggak ngaruh. Toh yg nantinya melakukan data entry itu nggak disuruh menginstall sendiri kan?
Terus terang saya juga heran 8-), tapi utk sementara saya belum jawab secara lebih lengkap (btw, data yg saya berikan dari RELEVANTIVE itu khan studi Human Computer Interaction, tapi herannya tidak dibaca he.he.he.).
Mari kita heran sama-sama, eh ujung-ujungnya malah didakwa punya "pesan politis". Sering orang tidak bisa membedakan antara memperkenalkan pola pikir dan keinginan maju tender huhuhuhu. IMW
--> tul, kalau HCI sih saya rasa windows, linux, MacOsX, dan os lain, aturannya sama aja kok.
tergantung yg bikin aplikasi aja sih benernya ... kalo ngga ngikuti standar ya...:)
Yg lebih heran lagi jawaban yg kaya gini :
www.detikinet.com/net/2003/09/30/20030930-171656.shtml) yg judulnya :
Tim Pakar TI KPU: Kami Tak Bisa Boncengkan Misi Pakar Linux
"
Penanggungjawab
Soal lain yang penting menurut Basuki adalah soal penanggung jawab jika terdapat risiko. "Risiko kompatibilitas hardware dengan softwarenya harus ditanggung oleh vendor hardware. Risiko di hardware (cacat produksi) ditanggung oleh manufakturnya. Risiko di software (bug, virus, dsb.) Microsoft adalah tanggungjawab Microsoft Indonesia. Kalau ada risiko di software (bug, virus, driver, dsb.) Linux tanggungjawab siapa? Risiko di manusia (proses belajar) belum ada penanggungjawabnya, selain KPU sendiri," papar Basuki. "
dan
"Tim IT KPU tidak bisa seenaknya memboncengkan misi pakar Linux ke dalam agenda Pemilu. Apalagi kalau misi pakar Linux itu menambah faktor risiko kegagalan proses perhitungan suara. Apalagi kalau risiko tersebut tidak ada pihak yang bersedia bertanggungjawab," tegas Basuki.
--> sejak kapan Microsoft atau software2x vendor lainnya mau bertanggung jawab atas bug dan virus yg terdapat didalam sistem mereka ? (atau saya salah baca lisensinya windows nih hehehe)
Resiko ? perasaan professor saya (di sydney) bilang, kalau windows resikonya besar ... ngga bagus buat mission critical macam buat KPU nanti .... (mana ada pesawat terbang OS nya pakai MS windows ?)
lagian untuk server, kenapa ngga pakai Sun Solaris drpd pakai windows yg gampang diserang ... pa lagi kalo ada hacker-hacker iseng mainin .. :(
-- ./me adwin
-- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

