On Thu, 2 Oct 2003, Ronny Haryanto wrote: > On Reynaldi wrote: > > Di Indonesia, kita malah ramai2 beli license M$ untuk ratusan PC's > > buat KPU. Setahu saya Korea Selatan lebih kaya dari Indonesia, tapi > > emang govermentnya emang lebih pinter (tau linux itu apa, tau > > OpenOffice itu apa, gak mau dibego'in ama vendor) dari gov. di > > Indonesia. > > Saya juga heran, yg dipermasalahkan kok soal user-friendliness (baca di > detik.com brp hari lalu). Memangnya KPU itu mau pake program apa? Bikin > sendiri bukan? Kalo iya memangnya apa bedanya kalo buat programnya di > Linux sama di Windows, kalo bikin programnya mengikuti UI guidelines yg > benar mau di OS manapun nggak ngaruh. Toh yg nantinya melakukan data > entry itu nggak disuruh menginstall sendiri kan?
Terus terang saya juga heran 8-), tapi utk sementara saya belum jawab secara lebih lengkap (btw, data yg saya berikan dari RELEVANTIVE itu khan studi Human Computer Interaction, tapi herannya tidak dibaca he.he.he.). Mari kita heran sama-sama, eh ujung-ujungnya malah didakwa punya "pesan politis". Sering orang tidak bisa membedakan antara memperkenalkan pola pikir dan keinginan maju tender huhuhuhu. IMW -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

