Saaa lihat screen capture MicroStarOffice terutama di icon titlebarnya
adalah icon OpenOffice.

Saya jadi kepikiran, MSO ini adalah OpenOffice yang dicomemrcialisasi.

Apakah bisnis model beginian bisa jalan yah di Indonesia.

Maklum dari webnya tidak terlihat value yang besar yang membedakan mengapa
kita harus keluar Rp. 400.000 untuk aplikasi yang bisa diberikan gratis.

tetapi kalau value added di aplikasi open source, dan dijual di Indonesia,
terutama market java. saya sudah melihat banyak yang jalan.

Saya sudah mendapatkan perusahaan yang menjual SMPP Server, Workspace (saya),

ada yang bisa komentar? Jadi kepikiran salah satu prinsip 18 The Marketing
Company, sekarang jamannya Value War.

Frans

-- 

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke