On Sun, 2004-06-20 at 10:19, Frans Thamura wrote: > Saaa lihat screen capture MicroStarOffice terutama di icon titlebarnya > adalah icon OpenOffice. > > Saya jadi kepikiran, MSO ini adalah OpenOffice yang dicomemrcialisasi. Masalahnya microstar ini adalah program yang dibuat dari scratch atau based on openoffice.org. Kalau dari scratch, kenapa kok bisa kebetulan pakai java vm yang juga dipakai openoffice.org. Terus kalau dari scratch, kenapa user interface-nya bisa kebetulan sama dengan openoffice.org. Kalau alasannya biar programnya lebih user friendly ( maka dari itu sengaja dimiripin dengan office yang sudah beredar di pasaran ), kenapa tidak dimiripin dengan user interface microsoft office yang lebih banyak dipakai orang daripada openoffice.org. Saya curiga program ini sebenarnya based on openoffice.org ( bukan dari scratch ) terus ditambahi sana sini. Bukankah ini ilegal karena openoffice.org itu adalah opensource dan microstar ini adalah closed source....
> > Apakah bisnis model beginian bisa jalan yah di Indonesia. Bisnis yang mengambil kode dari opensource, terus dibuat closed source???? Semoga tidak!!!! > > Maklum dari webnya tidak terlihat value yang besar yang membedakan mengapa > kita harus keluar Rp. 400.000 untuk aplikasi yang bisa diberikan gratis. > > tetapi kalau value added di aplikasi open source, dan dijual di Indonesia, > terutama market java. saya sudah melihat banyak yang jalan. > > Saya sudah mendapatkan perusahaan yang menjual SMPP Server, Workspace (saya), > > ada yang bisa komentar? Jadi kepikiran salah satu prinsip 18 The Marketing > Company, sekarang jamannya Value War. > > Frans -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

