saya bisa memahami simple man yang anonymous..hehe Agaknya banyak pengguna linux yang sudah keterlaluan fanatiknya yach ... maaf klo kata2 saya agak kasar ... tapi begitu kenyataan yang saya amati selama ini .. Sepertinya ingin semuanya serba linux, klo bukan linux gak oke .. Tak ada yang salah dengan itu, cuma saya kadang jadi geli aja.
Saya sendiri masih memakai UNIX dan WINDOWS di kantor karena masih ada kelebihan2 os selain linux itu dan juga tentu kendala dari kebiasaan manusianya ... tak mudah kan mengajari 500 orang yang biasa pake M$ Windows ke Linux ... Sementara ini saya hanya bisa mengganti server2 Unix dan Windows ke Linux .. Untuk Workstation-nya baru beberapa tuk percobaan ... O-yach sekalian tanya, rekan2 ada yang pernah coba system domain-nya microsoft ngga? Saat ini saya baru implementasi server PDC memakai samba. Kalau client-nya masih Windows.. Bisa ngga linuxnya sebagai client dengan komplit dengan menu logon domain, roaming profile dan netlogon untuk mengatur mapping file server. Saya ingin ngga terlalu banyak perbedaan dengan client Windows... Maklum, sulit tuk mengubah kebiasaan orang ... Kita sebagai orang IT dituntut mempermudah pekerjaan bukan? Kalau sampai rombak total, bisa rugi perusahaan karena karyawannya harus belajar lagi menggunakan system baru .. Oke deh, itu aja komentar dari saya. Salam, Dhirham Suseno IT Researh and Development Melawai Group www.melawai.com -----Original Message----- From: simple man [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Senin, 19 Juli 2004 12:48 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: Re: [linux-aktivis] takut ketahuan pakai linux? > > Ini dia, karena malu atau belum pede pakai linux. > > > > Jadi, saya rangkum kemungkinan alasannya: > > 1. takut ketahuan masih pakai bajakan. > > 2. belum paham open source, merasa belum secure. > > 3. malu atau belum pede pakai Linux. > > 4. gengsi pakai software murah (alasan ini masih diragukan). ============================================================================ ================ Sory sebelumnya, saya agak binggung aja dengan pendapat mas-mas sekalian soal Linux yang di ini itu kan (di anggap lebih baik dari produk a, b, c, ..., z), menurut pengalaman saya, Linux tidak seperti itu, Linux jelek, Linux gak berguna, Linux membuang-buang waktu, Linux capek belajarnya. Kenapa? karena tidak semua orangnya sesuai atau cocok dengan Linux. Sebagai asumsi gini, saya suka buah nangka, tapi apakah pak Rus suka nangka? apakah tetangga saya suka nangka? apakah pak IMW suka nangka? belum tentu, Di tempat saya bekerja sistem sudah ada dengan OS XXXX, lalu apakah saya, yang tahu kekuatan linux dimana, lantas menggantinya dengan OS Linux?, jujur saya ngak mao, capek merubah struktur yang ada, kerjaan saya sudah banyak, ditambah ini lebih bikin saya pusing. Nah disini menurut saya gak perlu maksa ini linux, itu linux, apa juga linux. apalagi mendeskripsikan kelebihannya hanya untuk "mengnegatifkan" produk lain. (saya bukan pembela OS proprietary, saya juga sebel koq). Hati-hati nanti kelebihan-kelebihan Linux akan ditutupi dengan ke "inginan" rekan-rekan untuk mengLinuxkan apa yang belum Linux ============================================================================ ================ Anonymous -- _______________________________________________ Get your free email from http://www.hackermail.com Powered by Outblaze -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

