On Mon, 2004-07-19 at 05:48, simple man wrote:

> ============================================================================================
> Sory sebelumnya, saya agak binggung aja dengan pendapat mas-mas sekalian soal Linux 
> yang 
> di ini itu kan (di anggap lebih baik dari produk a, b, c, ..., z),
> menurut pengalaman saya, Linux tidak seperti itu, Linux jelek, Linux gak berguna, 
> Linux membuang-buang waktu, Linux capek belajarnya. Kenapa? karena tidak semua 
> orangnya sesuai
> atau cocok dengan Linux. Sebagai asumsi gini, saya suka buah nangka, tapi apakah pak 
> Rus suka nangka?
> apakah tetangga saya suka nangka? apakah pak IMW suka nangka? belum tentu, 
> Di tempat saya bekerja sistem sudah ada dengan OS XXXX, lalu apakah saya, yang tahu 
> kekuatan linux dimana, lantas menggantinya dengan OS Linux?, jujur saya ngak mao, 
> capek merubah struktur yang ada, kerjaan saya sudah banyak, ditambah ini lebih bikin 
> saya pusing.
> Nah disini menurut saya gak perlu maksa ini linux, itu linux, apa juga linux. 
> apalagi mendeskripsikan kelebihannya hanya untuk "mengnegatifkan" produk lain. (saya 
> bukan pembela OS proprietary, saya juga sebel koq). 
> Hati-hati nanti kelebihan-kelebihan Linux akan ditutupi dengan ke "inginan" 
> rekan-rekan untuk mengLinuxkan apa yang belum Linux
> ============================================================================================
> 
> Anonymous
> 
> -- 
Yap...memang lelah bljr linux,tapi spt yg anonymous katakan,tiap orang
berbeda-beda,ada yg gak tahan bljr linux krn sulit tp bnyk juga yg
justru sangat2 penasaran ingin menguasai linux,entah krn hobi ato
penasaran ingin membuktikan apakah benar linux sekuat itu.Tapi yah...klo
saya boleh memberi pendapat,semuanya benar kok.Utk yg ingin melinux kan
yg blm linux krn mereka yakin dg kekuatan linux dan yakin dg linux maka
akan lebih baik,sedangkan yg blm menggunakan linux mungkin pny pendapat
klo linux cuma bikin repot aja,toh tanpa linux sistem nya sudah berjalan
dg baik,dan gak mo dibuat pusing mikirin ganti linux smntr pekerjaan yg
hrs dilakukan msh numpuk. Dan harap diperhatikan kondisi lapangan yg
sulit utk menggunakan linux pst berbeda dg kondisi dimana linux mudah
utk diterapkan. 

Memang sangat sulit mengubah sudut pandang org laen,ga semua nya suka
bersusah2,ad yg pny pandangan klo ad yg lebih mudah knp cari yg sulit,tp
ad yg pny pendapat klo memang yg sulit ini lebih baik knp gak diusahakan
utk menggunakan yg sulit (dg belajar lbh lama dan lbh keras)?

Yg pst...baik utk satu pihak blm tentu baik utk pihak yg laen,begitu
juga sebaliknya.Dan klo saya boleh memberi saran,utk yg ingin melinux
kan suatu lingkungan sebaiknya dipelajari dulu dg cermat,apakah memang
linux dapat diterapkan pd lingkungan tsb,dan hrs siap menerima juga klo
memang t'nyata kondisi lingkungan tsb gak cocok utk diterapkan linux
(jangan langsung maen cap klo linux jauuuuh lbh baik dr sistem opr
laen).

<== Rasyid ==>


-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke