> GNOME juga punya Bonobo (CORBA), cuma lebih heavy katanya, sedangkan
> DCOP itu light. Tapi keduanya tied ke masing2, Bonobo teriket ke GNOME
> dan DCOP teriket ke KDE.

Yang lebih cocok menjadi ekivalennya Bonobo di KDE bukan DCOP sendiri,
tapi DCOP+KParts. DCOP adalah mekanisme sederhana untuk IPC/RPC saja
(bahkan tidak ada sistem aktivitasi). Untuk membuat komponen, KParts
yang digunakan. Pemecahan seperti ini memiliki keunggulan bahwa
scripting bisa lebih "lightweight", tidak harus melibatkan sistem
komponen jika memang tidak dibutuhkan.

> D-BUS (lihat artikel di atas) ini the next iteration, maunya netral
> dan lebih baik lagi drpd DCOP dan Bonobo.

Bila KDE dan GNOME sudah menggunakan D-Bus, maka mudah bagi aplikasi
KDE dan GNOME untuk berkomunikasi. Tapi ada keunggulan lain D-Bus yang
lebih menggiurkan, yaitu  memungkinkan aplikasi pada level desktop
berkomunikasi dengan aplikasi pada level sistem ataupun daemon.

> 'rough edges' ini subjective banget ya, kalo saya justru merasa KDE
> itu yg lebih rough. GNOME buat saya lebih terasa smooth soalnya makin
> mengarah ke minimalist dan saya orgnya suka minimalistic dan tidak
> suka 'bloat'. Bukan berarti saya bilang KDE bloated dan GNOME tidak
> bloated loh.

Insting saya mengatakan bahwa cepat atau lambat akan ada yang membuat
Minimalist KDE. Fondasi dan sistem yang membangun KDE sudah
memungkinkan hal itu, tinggal bagaimana mau dikemas saja (contoh:
mengubah dan menyederhakan menu/toolbar di Konqueror bisa via file
konfigurasi XMLGUI, tidak perlu patch source-code dan compile ulang).
Ringkasnya, KDE seperti "provider" yang berupaya menyediakan semua
fitur dan aplikasi, sekarang bagaimana pihak-pihak seperti distributor
dapat mengambil keuntungan dengan menawarkan kemasan "rasa" yang
berbeda-beda,tergantung sasaran usernya.

Di sisi lain, ada beragam teknologi dasar KDE yang sudah matang, plus
dokumentasi dan tutorialnya yang lengkap, cukup memanjakan developer,
termasuk juga untuk urusan yang serba sepele. Membuat sebuah program
KDE mendukung KParts lebih gampang daripada membuat program GNOME
mendukung Bonobo (YMMV). Bila sebuah aplikasi KDE menggunakan KIO,
maka network transparency pun lekas menjadi satu bonus tambahan.
Toolbar/menu customization? Sudah ada dan nyaris otomatik.

Tentu saja, hal-hal ini ini barangkali kurang signifikan, karena tidak
akan nampak dari pandangan mata regular user.


-- 
Ariya Hidayat
http://www.google.com/search?q=ariya+kde&btnI

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke