Tajuk rencana ini telah saya posting ke milis p-lug (Padang Linux User
Group). Mungkin bermanfaat bagi rekan-rekan yang lain.

Komentar/tanggapan (termasuk flame) dapat langsung dialamatkan ke
alamat email saya: [EMAIL PROTECTED]


This is a forwarded message
From: -m0by- <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, March 08, 2005, 1:43:59 AM
Subject: Pendekatan sosialisasi linux (tajuk rencana)

===8<==============Original message text===============
$ 6 Maret 2005 (11:49 [AM])

@ P-LUG Approach 0.0.1 (tajuk rencana)
@ Membahas masalah pendekatan u/ sosialisasi Linux
@ HADDAD SAMMIR "-m0by-" [EMAIL PROTECTED]

& NOTE: Dapat berubah sewaktu-waktu !

Sesuai dengan tujuan utama KPLI untuk memasyarakatkan linux di
Indonesia, p-lug juga mempunyai tujuan yang sama. Salah satu cara yang
dapat ditempuh adalah mengadakan seminar pengenalan/pelatihan linux di
kampus-kampus, sekolah-sekolah serta instansi pemerintah / swasta.

Walaupun cara yang ditempuh relatif sama, namun P-LUG akan mencoba
memberikan pendekatan yang berbeda. P-LUG akan memberikan pndekatan
usability (kegunaan) untuk secara langsung menjawab pertanyaan
"Mengapa kita menggunakan Linux ?". Hal ini sengaja ditempuh
dikarenakan kota Padang sendiri masih belum lepas dari tradisi lama,
yaitu menggunakan Microsoft(R) Windows(TM), serta program-program
pendukung lain berbasis Windows.

Ketika kita mengajukan OpenOffice.org sebagai pengganti Ms. Office,
masyarakat akan berkomentar "Untuk apa menggunakan produk baru,
sedangkan produk lama (Ms. Office) sudah lebih dari cukup ?". Tentunya
P-LUG sendiri harus bisa memberi penjelasan yang baik dan masuk akal.

Sesuai dengan ilustrasi diatas, jika kita terjebak dengan dilema
komplemen (pengganti) permasalahan seperti tidak ada habisnya. Namun
jika P-LUG melakukan pendekatan dengan pemanfaatan resource (sumber
daya) linux semaksimal mungkin sehingga melebihi sistem operasi yang sedang
digunakan, maka masyarakat akan mempertimbangkan untuk melakukan
migrasi.

Lalu, mampukah aplikasi linux menggantikan aplikasi windows yang telah
mendarah daging ?. Sangat sulit menjawabnya dan tentu akan sangat
relatif. Menggantikan sesuatu yang telah melekat membutuhkan energi
yang besar dan tentu saja membutuhkan waktu yang lama.

Oleh karena itu, dalam mensosialisaikan linux, P-LUG harus melakukan
strategi yang berbeda, yaitu: "Mensosialisasikan linux, dengan
memberikan apa yang tidak diberikan sistem operasi yang umum
digunakan".

Menurut pandangan saya, kelemahan utama sulitnya sosialisasi linux
adalah "para praktisi menawarkan linux sebagai 'pengganti' sistem
operasi Microsoft Windows". Saya pesimis linux dapat bertahan jika
'hanya' digunakan sebagai sistem pengganti. Linux adalah suatu sistem
sendiri, yang kaya dan memiliki blok pengguna (user) sendiri.

Solusinya, P-LUG harus menawarkan kelebihan linux sebagai sebuah
sistem mandiri, di luar usaha untuk menawarkan linux sebagai sistem
pengganti.  

Linux berkembang dalam dunia universitas, oleh karena itu, linux
memiliki beragam aplikasi yang bermanfaat untuk mempermudah melakukan
perhitungan, menggambar teknik dan lain-lain.

Pada sistem Windows, kebanyakan aplikasi adalah aplikasi kantoran dan
hiburan. Sangat sulit menemukan aplikasi-aplikasi berbasis science.
Lain halnya dengan linux. Linux memiliki ribuan aplikasi berbasis
science. Sebut saja 'openAi'. OpenAi memiliki koleksi aplikasi
Artificial Intelligence seperti Neural Network, Genetic Alogarithm,
Inteligence Agent, dll. Untuk simulasi robot linux memliki 'pyro',
merupakan singkatan dari Python Robotic. Merupakan koleksi aplikasi
simulasi robot.

Dalam bidang matematika linux memiliki 'Mathomatic', 'yacas', dll.
Mathomatic dan yacas merupakan aplikasi 'Computer Algebra System' yang
serupa dengan MatLab dalam sistem operasi wondows.

Keunggulan linux dalam menyediakan lingkungan bagi aplikasi science
harus dimanfaatkan sebagai nilai tambah dalam promosi linux. Disamping
itu, kita juga harus arif dalam menentukan target promosi. Dalam hal
ini promosi harus dilakukan langsung kepada kalangan science. Misalnya
fakultas kedokteran, fakultas teknik, fakultas ilmu  komputer dan
tidak tertutup kemungkinan promosi dilakukan kepada kakultas ekonomi
(akuntansi) karena linux juga memiliki beragam aplikasi accounting.

Kembali ke strategi sosialisasi linux. Dengan melakukan hal diatas,
P-LUG memberikan nafas baru bagi dunia kampus untuk menerapkan prinsip
"komputasi segala hal" dengan menggunakan linux.

Bukan berarti P-LUG tidak memberikan panduan migrasi dari windows ke
linux, tapi dengan memberikan apa yang tidak (bisa) diberikan windows,
maka diharapkan pengguna komputer akan beralih ke linux.


TARGET SOSIALISASI

P-LUG dapat melakukan promosi (sosialisasi) kepada fakultas-fakultas
terkait sesuai dengan aplikasi linux yang diangkat untuk mempermudah
proses belajar.

Misal: 'Pyro' untuk fakultas teknik
       'Blast' untuk fmipa (biologi)

Dan banyak apliaksi lainnya yang dapat diangkat.


METODA SOSIALISASI

Dapat dilakukan dalam 2 tahap.
1. Sosialisasi linux, "Linux sebagai sistem mandiri". Memberikan
   kelebihan linux serta aplikasi pendukung yang tidak ditemukan pada
   sistem windows. Seperti panduan menggunakan pyro untuk simulasi
   robot.
2. Sosialisasi linux. "Linux sebagai sistem pengganti". Memberikan
   panduan migrasi sistem dari windows ke linux. Seperti panduan
   migrasi 'Ms. Office' ke 'OpenOffice.org'.

===8<===========End of original message text===========



-- 
Best regards,
 -m0by-                            mailto:[EMAIL PROTECTED]


-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke