Pak Narendro dan kawan2 PINGUIN MERAH Yth,
Saya mendukung pernyataan anda sekalian.
Lanjutkan perjuangan demi kemajuan ICT di Indonesia, kebebasan Indonesia pada pilihan teknologi, kemandirian teknologi dan finansiil dan kebebasan Masyarakat Indonesia pada umumnya. Jangan sampai Rakyat Indonesia jadi sapi perahan asing dan dominasi teknologi dan ekonomi oleh pengusaha2 asing.
Wassalam,
Sumitro R
========
FX Narendro writes:
*Peryataan Sikap PENGUIN MERAH* *Tentang MoU (14 Nopember 2006) antara Pemerintah RI dengan Microsoft * *serta Penggunaan Piranti Lunak Bebas * Indonesia tergolong negara yang sangat ketinggalan dalam penggunaan ataupun pengembangan tekonologi komunikasi dan informasi (/information and communication technology/ICT/). Pengguna internetnya tergolong rendah (hanya sekitar 20 juta orang), sementara total jumlah komputer di Indonesia hanya hanya sekitar 6,5 juta unit saja. Di tengah situasi ini, sudah selayaknya Pemerintah Indonesia, serta institusi pengambil kebijakan lain menjadi /trigger/ (perintis) utama yang mendorong maju penggunaan dan pengembangan teknologi. Karena itu berbagai kebijakan yang memungkinkan arah maju bagi terciptanya hal ini harus dilakukan secara maksimal. Dalam pandangan kami, arah bagi massalisasi teknologi ini membutuhkan syarat: 1.
     Adanya teknologi dengan biaya yang murah, hemat, dan terjangkau
     serta memungkinkan terbukanya akses yang luas bagi seluruh rakyat
Indonesia 2.
     Deregulasi dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi yang
menghambat pada poin 1 (satu) tersebut di atas. Seluruh syarat tersebut dapat terpenuhi dengan pra-syarat: *dukungan dan keseriusan pemerintah dalam berbagai aspeknya*, seperti: 1.
     Membuat aturan-aturan yang menguntungkan penggunaan teknologi
secara massal 2.
     Mengalokasikan anggaran dan dana bagi penggunaan teknologi secara
     massal, untuk pengembangan teknologi itu sendiri, seperti
pelatihan, riset/penelitian, dan lain-lain 3.
     Mempelopori penggunaan teknologi murah yang berkualitas dan massal
di institusi-institusi negara, dan lain-lain Di tengah situasi ini, pemerintah Indonesia malah lebih mengedepankan perlindungan hak cipta (/copy right/) piranti lunak (/software/) daripada program massalisasi (melek) teknologi. Bahkan, dengan alasan tersebut, pada tanggal 14 November 2006 lalu, pemerintah membuat keputusan yang sangat mengecewakan, yakni menandatangani *Memorandum of Understanding* (*MoU*) dengan Microsoft. Dengan penandatangan tersebut, pemerintah berpotensi menghambur-hambukan uang negara untuk membayar lisensi kepada Microsoft ± $ 145 juta (± Rp. 1,3 triliun) selama 3 tahun. Dalam pandangan kami, keputusan tersebut bertentangan dengan kebutuhan rakyat Indonesia saat ini, khususnya terkait pemajuan teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Sudah bukan rahasia lagi, bahwa sebagai satu perusahaan yang murni beriorientasi profit, Microsoft sedang gencar-gencarnya menekan berbagai negara untuk *mengadopsi *dan *menggunakan secara legal* OS Windows berserta piranti lunak tertutup (/proprietary software/) lainnya. Terkait program ini, Microsoft melalui BSA (Business Software Alliance) beserta aparat pemerintah (Kepolisian RI) melakukan berbagai razia. Dari razia ini, Microsoft dapat melipatgandakan keuntungan hingga jutaan US dollar (/Kompas Cyber Media, 10 Nopember 2006/). Tentu ini adalah sah bagi kelangsungan bisnis Microsoft, namun pemerintah Indonesia seharusnya bertindak lain. Upaya serius dan terencana untuk keluar dari ketergantungan teknologi pada satu vendor tertentu harus dihilangkan. Dengan adanya berbagai alternatif */free/open source software/* (*FOSS*) seperti Linux, FreeBSD, dan lain-lain, tujuan ini menjadi lebih mungkin untuk segera tercapai. Selain kemandirian dalam bidang ICT, negara pun dapat menekan anggaran keuangan hingga jutaan dollar. Hal ini jauh lebih berguna dibandingkan pemborosan ratusan milyar rupiah setiap tahunnya untuk lisensi produk Microsoft seperti Windows dan Ms Office saja. Salah satu contoh negara yang berhasil menekan pengeluaran negara dalam bidang ICT adalah Brazil. 300 ribu komputer di kantor pemerintah yang dialihkan ke FOSS, berhasil menghemat anggaran US$ 120 juta dalam setahun (/Tempo, 7 Januari 2007/). Bahkan negara-negara maju pun sudah semakin banyak yang beralih ke FOSS, seperti Korea Selatan, RRC, Jerman, dan beberapa negara Eropa lainnya. Artinya, jika pemerintah serius hendak memajukan sektor ICT, seharusnya pemerintah lebih menitikberatkan perhatian pada penggunaan dan pengembangan FOSS, bukan menjadi agen langsung ataupun tidak langsung Microoft serta perusahaan piranti lunak berlisendi/tertutup (/proprietary software)/ lainnya. Selain itu, menggunakan dan dan mengembangkan FOSS merupakan solusi terbaik untuk menekan tingkat pembajakan software di Indonesia. Peryataan Sofyan Jalil di beberapa media yang menyatakan, bahwa MoU 14 Nopember 2006 antara pemerintah dengan Microsoft adalah untuk menekan angka pembajakan di Indonesia (/Kompas, 13 Januari 2007/) adalah peryataan yang sangat pragmatis dan hanya menguntungkan perusahaan /proprietary sofware/, seperti Microsoft. Dengan penjelasan tersebut di atas, kami dari *Komunitas Teknologi Informasi PENGUIN MERAH*, menyatakan dan menuntut: 1.
     *Menolak dominasi *piranti lunak Microoft dan /proprietary
     software/ lainnya untuk digunakan pada komputer-komputer di
     seluruh kantor pemerintah demi penghematan dan penyelamatan uang
rakyat. 2.
     Menuntut pada pemerintah untuk *membatalkan/mencabut* MoU 14
Nopember 2006 antara pemerintah dan Microsoft. 3.
     Menuntut pada pemerintah untuk secara serius menggunakan,
     menyebarluaskan, dan mengembangkan *Free and Open Source Software*
     (FOSS) dengan menjalankan secara konsisten seperti yang sudah
     tertuang dalam *DEKLARASI BERSAMA INDONESIA GO OPEN SOURCE*
(*IGOS*) tanggal 30 Juni 2004. 4.
     Menuntut pada pemerintah untuk mengeluarkan sebuah peryataan
     terbuka pada masyarakat luas dan dunia internasional, bahwa
     *secara resmi Indonesia akan menggunakan FOSS* pada
     komputer-komputer di seluruh kantor pemerintah demi penghematan
dan penyelamatan uang rakyat.

Jakarta, 15 Januari 2007

/*Tolak Dominasi Microsoft!*/ /*Gunakan dan Kembangkan Free & Open Source Software (FOSS)!*/ *PENGUIN MERAH* _*Narendro Hariosetyawan*_ *Koordinator*

This message has been scanned by the Trend Micro IGSA and found to be free of known security risks. Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis



Wassalam,
Sumitro R
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke