On Sun, Mar 23, 2008 at 11:15:07PM +0700, Irwin Day wrote:
> Nah kalau mau meng-counter dengan benar, minimal harus lakukan survey
> yang benar dan terpecaya juga.

mencounter metode yang jelek itu, risikonya:
1) hasil sama jeleknya dengan ongkos yang sama
2) hasil yang lebih baik, mensyaratkan ongkos yang lebih mahal :-)

point 1, gak akan kemana-mana. point 2, lah ini untuk kepentingan
siapa? EGP.

lagi pula, masih kurang detil cara pengumpulan datanya. gak ada
point-nya memusingkan soal itu. jadi, yang namanya jelek, mau gimana-
gimana ya jelek saja. lepas dari kesimpulannya benar (kayaknya bener
deh orang kita masih demen sama windows bajakan, kalau gak kan rekan
warnet gak bakal pusing hi..hi..).

lebih baik menyatakan Indonesia pakai opensource. mewajibkan sekolah2,
perguruan tinggi dan pemerintah (serta yang berhubungan dengan sekolah,
perguruan tinggi dan pemerintah) menggunakan opensource :D

biarlah public sector itu bersih dulu secara regulasi. di private sector,
bisnis, biarlah maling berantem sama maling ha..ha..

kalau pemerintah sekarang berani gitu. salut deh, tidak perlu kawin
sama monyet/kambing. kalau tidak. sorry saja, whatever yang dibilang
orang soal 'bersih'. KNGTL (kagak ngaruh gitu loh). OMDO forever.

menurut analisis SWOT yang saya kerjakan (halah), opensource masih bisa
dominan di public sector. setidaknya untuk sementara ini. dan kalau
ada kemauan untuk itu tentu saja.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja


-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke