2008/7/21 fade2blac <[EMAIL PROTECTED]>: >> sbg Contoh, kami pernah mengajukan PC Rakitan dan diberi Merk, karena >> merk kami terdaftar. Software yang kami ajukan adalah UBUNTU Bundel. >> Persoalan mulai jadi njlimet ketika TIDAK ADA PIHAK YANG BERWENANG untuk >> meng-endors UBUNTU di Indonesia. Perusahaan kami legal dan sanggup >> memberikan pelayanan PURNA JUAL dan PEMELIHARAAN UBUNTU, tapi TIDAK >> BERWENANG melakukan endorsement Ubuntu karena BUKAN CANONICAL PARTNER. >> > > Kalaupun sebagai canonical partner, apakah perusahaan pak Sabri boleh > ikut tender? > > Kalau bicara ubuntu, komponennya banyak, dan hampir > sebagian besar _bukan_ merupakan produk Canonical. Mungkin endorsement bahwa > PT pak Sabri bisa menggunakan _merk_ ubuntu, lebih masuk akal. Tapi > endorsement untuk menjual lisensi satu distro keseluruhan, tidak > mungkin dikeluarkan satu badan. > > Bayangin kalau menjual satu bundel distro, minta ijinnya: > - Firefox ke firefox foundation > - OpenOffice ke yayasan open office (?) > - dst > memang ada sebagian lisensi dalam komponen distro itu yang > memperbolehkan publik untuk menjual softwarenya. Meskipun nanti akan > dikasuskan (mungkin), software bisa didownload gratis kok dijual. > > Lain kalau misalnya Vista, semuanya dibuat oleh Microsoft(?), jadi mereka > yang berhak mengeluarkan endorsement.
Mohon ma'af saya kurang tahu tentang lawyering stuffs. Setahu saya, yang dijual RedHat itu bukan hanya sekedar support, namun branding/trademark RedHat itu sendiri, makanya orang yang mau gratis lebih pilih alternate Centos yang merupakan RedHat tanpa kata, logo, RedHat untuk legalnya. Tiap "owner" dari "OSS" pasti punya caranya sendiri, makanya lisensi OSS juga bisa tidak hanya GPL/LGPL, namun bisa APL, MPL, BSD, CDDL, dan lain sebagainya yang punya karakter dan aturannya sendiri. Kalau asumsi anda seperti di atas, bisa sedikit terbantahkan, karena di dunia nyata, tidak sedikit produk commercial propietary, yang didalamnya ada item-item berlisensi OSS, contoh BEA, tidak sedikit menggunakan komponen dari Apache. Solaris 10, ada GNU tools (user land) yang diinstall bersama-nya, dan Sun setahu saya paling concern masalah legal, makanya OpenSolaris salah satu gerakan yang paling tidak bermasalah di sisi legal, kecuali ZFS yang sempat di sue sama EMC. Jadi kalau saya lihat, bisa jadi yang dijual branding, jasa packaging, selain jasa-jasa lain yang sudah di sebutkan pak Rusmanto, jadi bagi yang empunya BlankON misalnya, bisa saja meniru gerakan RedHat sebagai "packager company" dengan dipayungi badan hukum yang legal, maka semuanya insya Allah bisa masuk kriteria. Jadi pas tender nanti mungkin template BoQnya menjadi: Distro "Bla-bla" x+y 1. Browser "bla-bla" Rp 0 2. OpenOffice "bla-bla" Rp 0 3. Packaging "bla-bla" Rp x 4. Support "bla-bla" Rp y JustMyDumbComment -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

