Pataka wrote:
Salam,
On Sep 3, 2008, at 3:52 PM, Harry Sufehmi wrote:
Kesimpulannya; alhamdulillah Keppres 80 sebetulnya sudah sangat fair.
Malah cenderung berpihak ke solusi F/OSS yang dibuat oleh anak negeri.
Masalah ketentuan spesifikasi mungkin mudah dilakukan perubahan dengan
memberikan pengertian kepada panitia lelang. Tetapi, sekarang sudah
tidak jamannya lagi mengatur spesifikasi (meskipun masih banyak yang
main). Sekarang ini mainnya kebanyakan di dalam penilaian teknis. Di
dalam penilaian teknis itulah biasanya FOSS akan gugur justru karena
tidak bisa diperbandingkan apple to apple dengan proprietary. Sementara
kriteria penilaian, umumnya masih dikendalikan oleh kubu proprietary
yang memang sudah lama memiliki standard. Nah, akses ke kriteria
penelitian ini tertutup untuk publik karena sifatnya memang rahasia dan
menjadi hak mutlak panitia sesuai dengan Keppres 80. Sehingga, biasanya
di dalam hal penilaian teknis inilah yang paling menentukan, bila
pengaruh pihak proprietary sangat kuat, maka hampir bisa dipastikan
tidak akan terjadi fairness terhadap kubu FOSS.
Sekalipun pengumuman lelang dan spesifikasi teknisnya sudah terbuka dan
netral.
Kemudian pada saat pembukaan harga penawaran hampir selalu penawaran
dari pihak FOSS akan terkena resiko penalti karena menawarkan harga yang
terlampau rendah dari pagu (menurut Keppres 80, penawaran dibawah 80%
harga pagu harus menambahkan nilai jaminan) dan bisa digugat oleh pemain
lain dengan tuduhan menjatuhkan harga dan bermain tidak fair. Apalagi
harga FOSS tidak ada standarnya terlalu banyak varian dan pilihannya.
Karena harga FOSS tentunya nyaris NOL dan lebih banyak komponen jasanya.
Sementara kubu proprietary sebaliknya lebih menonjol harga lisensinya
dibanding jasanya (misalnya support) dan kisaran harganya terstandarisasi.
So, masalah keberpihakan terhadap UKM dan industri lokal itu isu lama di
dalam Keppres 80 tetapi dalam kenyataannya, prakteknya di lapangan akan
banyak sekali perkecualian yang sifatnya bisa dibuat sangat spesifik
justru untuk mempermudah kerja panitia lelang. Dan sepengetahuan saya
belum pernah klausul keberpihakan ini diterjemahkan atau berusaha
difokuskan kepada solusi FOSS. Dengan kata lain intepretasi di lapangan
sangat berbeda.
_______
Regards,
Pataka
Pak Pataka,
You absolutely CORRECT ... AOSI bisa menciptakan dukungan dengan
standarisasi ini. dalam standarisasi pasti akan ada yang dikorbankan dan
ini Natural.
FOSS secara "legal" belum siap untuk bertarung di wilayah ini kecuali,
YPLI, mempersiapkan BlankOn, Canonical Ltd buka Perwakilan di Indonesia,
Novell punya perwakilan (artinya hanya SLED yang berlaku), Red Hat punya
perwakilan di Indonesia.
salam
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis