Salam,

On Sep 21, 2008, at 12:23 PM, Harry Sufehmi wrote:

Jadi walaupun namanya ada huruf "L" nya, namun semangat & kiprahnya
tidak terbatas pada Linux saja. Sepak terjang KPLI selama ini terbukti
bisa inklusif dan mencakup berbagai software open source lainnya juga.


Kalau Pak Rus cenderung menggunakan definisi dari berbagai rujukan, maka saya ingin menyampaikan ingatan sejarah diskusi awal di milis ini lebih dari 10 tahun yang lalu. Dulu namanya bukan milis linux-aktivis (wah malah sudah lupa apa namanya) dan belum dipecah jadi sejumlah milis lain. Seingat saya penggunaan kata Linux di dalam KPLi, selain meniru istilah Linux User Group ada alasan lain yaitu karena Linux adalah nama produk akhir dari Free Software dan Open Source yang paling populer dan sedang naik daun menjadi buah bibir dimana-mana ketika itu.

Artinya penggunaan istilah Linux di dalam penamaan kelompok / organisasi, lebih cenderung didasari oleh motivasi ingin numpang popularitas ketimbang alasan ideologis. Popularitas untuk apa? Yaitu untuk menyebarkan paham Free Software dan Open Source yang akhirnya mengerucut lebih populer untuk dipahami awam menggunakan istilah Open Source saja untuk mencakup pengertian keduanya (kalau sekarang sudah ada istilah FOSS - meskipun ada yang tetap memisahkan keduanya). Ketika itu, produk Free Software dan Open Source masih belum banyak serta kurang dikenal oleh masyarakat luas karena umumnya baru digunakan untuk platform server sementara desktop dan end user masih sangat terbatas. Sehingga hanya Linux yang dianggap bisa mewakili keduanya.

Demikian juga irisan antara pengertian dan perbedaan Free Software dan Open Source ketika itu cenderung diabaikan oleh para aktivis ketika itu justru untuk mencapai sinergi dengan komunitas lain seperti FreeBSD yang ketika itu sudah lebih dulu ada dan cukup mengakar. Mengedepankan semangat persaudaraan demi untuk melawan dominasi kubu proprietary. Dan cara itu berhasil, jitu, sehingga kita dapat melihat perkembangan FOSS sebagaimana sekarang . Sayangnya mungkin perjalanan ini tidak terekam di web site resmi linux.or.id dan wiki tentang KPLi.

Ketika itu, bahkan komunitas FOSS lainnya seperti keluarga BSD, Java dll. ikut nimbrung di dalam organisasi dan kegiatan KPLi dimana-mana. Sehingga benar seperti kata mas HS, kalau kita membaca sejarah, thread diskusi di masa lalu, tulisan-tulisan yang tercecer di web, blog, mengenai perjalanan komunitas ini, berbagai kegiatan yang dilakukan di seluruh Indonesia (saya dulu sering mengadakan install festival dan training bareng Linux + BSD), kesan inklusif lebih kental terasa ketimbang fanatisme ideologi "tunggal kernel" yang sebenarnya menurut pengamatan saya baru berkembang pada sekitar tahun 2004-2005 ketika paham Free Software makin menguat di Indonesia, antara lain setelah kedatangan Richard Stallman.

Hampir betepatan dengan waktu tersebut peran para pendahulu KPLi sudah semakin melemah dan terjadi kevakuman dimana-mana (sampai akhirnya ada yang dikudeta). Sehingga, sebenarnya dapat dipahami kalau generasi KPLi yang sekarang, terputus sejarah dengan semangat inklusifme dulu dan cenderung lebih fanatik dan eksklusif kepada "Linux" ketimbang FOSS secara umum. Kalau kita melihat perdebatan akhir-akhir ini dalam konteks yang menggunakan perspektif semangat awal KPLi sebagai kendaraan untuk mengembangkan FOSS secara umum bukan hanya Linux maka tentu sangat disayangkan kalau akhirnya KPLi diarahkan untuk menjadi eksklusif. Tetapi kalau memang maunya generasi sekarang seperti itu, tentu kita semua juga bisa legowo dan melepas KPLi dalam konteks kekinian. Yang penting segera konsolidasi agar bisa secepatnya bergerak lagi.

Mungkin memang sudah saatnya tumbuh organisasi, kelompok dan komunitas lain di luar KPLi untuk membawa semangat FOSS yang non Linux. Semoga, ILC2008 bisa menjadi ajang untuk memutuskan ini. Kalaupun keputusan yang diambil adalah sebaliknya, yaitu tetap menjadi inklusif seperti semangat awalnya dulu untuk seluruh FOSS bukan hanya Linux, maka tentu ada konsekuensi yang harus diputuskan, mengubah nama KPLi dan menghilangkan nama Linux atau tetap mempertahankan tetapi dengan deklarasi yang jelas dan tegas bahwa KPLi bukan hanya untuk Linux. Istilah "Linux" di tengah itu dipertahankan hanya sekedar sebagai ikon historis.

Semoga pula teman-teman juga mencermati ulasan Pak Sabri yang cukup detail dan sangat mengena mengenai isu status kelembagaan KPLi kedepan. ILC2008 semoga juga bisa memutuskan lebih konkrit.

_______
Regards,

Pataka





--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke