2008/11/26 Utian Ayuba <[EMAIL PROTECTED]>: > salah lainnya ya "mengapa kita tidak melakukan > sesuatu yang kita minta orang lain untuk melakukannya", maksud saya > menyuruh/mengajak orang pake FOSS tapi, kita tidak pake kan aneh. :-)
Pake kan belum tentu berarti pake secara exclusive. Bisa saja dipake di lingkungan yg heterogen: laptop boleh Mac, PC sekretaris boleh pake Windows, tapi server2nya pake Linux semua. Tetep pake toh? Cuma belum tentu dipake sebagai *satu2nya* OS. Lagipula belum tentu semua peserta ILC (maupun pengguna Linux) itu adalah aktivis Linux, jadi mereka belum tentu pernah mengajak orang lain utk pake Linux. Jadi "kita" di atas itu siapa? Saya rasa justru kalo memaksa bahwa kalo menggunakan Linux berarti gak boleh pake yg lain sama sekali itu malah yg aneh. Linux is not a panacea. Use the right tool for the job. Aneh kalo untuk menyekrup pun saya harus menggunakan palu hanya karena saya kebetulan menjual palu. Untung nggak jualan beha, lalu dateng ke konferensi produsen beha yang mengharuskan pake barang dagangannya supaya bisa masuk. Iya kalo yg jualan cewe gpp. Saya pribadi tidak terlalu suka sih Linux selalu disamakan dengan FOSS. Linux ya Linux, FOSS ya FOSS. Biar aktivis FOSS lah yg mengadvokasikan FOSS. Kalo kita bisa ikut mempromosikan FOSS sebagai efek sampingan, atau sebaliknya, tentunya lebih baik dan tidak ada salahnya, tapi tidak usah dijadikan satu fokus utama. Saya ngomong ini dalam konteks ILC loh ya, kan acaranya acara Linux (ingat "L" di ILC?), bukan FOSS conference. Kembali ke ILC, juga itu saya rasa adalah ajang pertemuan dan konferensi *pengguna* (dan developers) Linux, jadi mayoritas bukan orang2 yg perlu diajak pake Linux anyway (karena udah pake). Saya sih tidak melihat ILC sebagai acara yg tujuan utamanya adalah ajang marketing Linux. Itu mungkin kalo expo atau pameran yg audiencenya lebih publik. s/ILC/KLI/g kalo mengakibatkan sakit mata. Hubungi dokter bila sakit berlanjut. Ronny -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

