2008/11/27 Ronny Haryanto <[EMAIL PROTECTED]>:
> Coba deh lihat2 daftar conference lain di
> http://en.wikipedia.org/wiki/Linux_conference dan lihat2 acara2 mereka
> seperti apa. Bukan untuk ikut2an, tapi cari ide, sapa tau ada
> opportunities yg kita lewatkan.
>
> Kalo yg saya lihat, seperti linux.conf.au dan linuxworldexpo itu
> banyak session technicalnya. Dan tidak melulu Linux (sebagai kernel,
> sebagai distro, maupun sebagai platform). Kadang ada yg PHP juga.
> Presentasi tentang penggunaan Linux yg jarang ditemui maupun yg umum
> ditemui di lapangan.
>
> Tentu saja kita sesuaikan dg keadaan di Indonesia, apa yg unik
> (seperti warnet) ya rasanya tidak bisa dilewatkan.
>
> Saya gak ngerti sih kenapa kita gak bisa rukun, berpikir positif (gak
> berasumsi negatif terus), gak fanatik, supaya bisa maju. Terlalu
> sering saya lihat kita bukannya konsentrasi di jalan menuju tujuan,
> tapi malah mampir ke sana sini ngurusin yg nggak2.
>
> Saya pengen mengajak kita sebagai komunitas Linux Indonesia, marilah
> kita kesampingkan ego kita dan distractions lain2nya, dan kita lihat
> hal yg lebih penting dan lebih besar, supaya bisa maju bersama. Hal2
> yg penting dan menjadi essence dari sebuah conference adalah
> contentnya, bukan namanya, bukan baju apa yang dipake, bukan di mana
> tempatnya.
>
> Kalo memang ada perbedaan pendapat tentang hal2 seperti nama, dll, itu
> ya marilah cepat diselesaikan dan tidak berlarut2. Masih banyak
> kerjaan lain yg lebih penting yg menunggu. Katanya waktu persiapannya
> kurang kan? Masa dipake buat bahas hal2 yg secondary gini ketimbang yg
> lebih penting?
>
> Usul saya, marilah kita bicarakan content dari next ILC.
>
> - Mau dibuat ada tema atau tidak? Menurut saya kalo kita udah
> kebanjiran content, dan kesulitan memilih, mungkin ini ide yg baik,
> tapi kalo nyari content aja kesulitan, ya apa gak nyusahin kalo malah
> dipersempit lagi dg suatu tema? Atau mau tema yang agak luas?
>
> - Marilah kita cari pembicara, presenter, topik2, papers, dsb sedini
> mungkin. Ini akan memberi waktu buat pengisi acara utk mempersiapkan
> materinya, dan buat panitia juga gak akan kelabakan ngisi acara.
>
> - Kita cari orang2 atau perusahaan2 dalam negeri yg menggunakan Linux.
> Mari berpikir luas, tidak hanya penggunaan yg umum seperti kantoran
> dan sekolahan saja, tapi juga yg agak jarang dijumpai, misalnya di
> industri mesin, automation, financial number crunching, data center,
> scientific, robotics, embedded, network appliances, virtualization,
> automotive, home security, dan lain2. Saya yakin yg pake udah banyak,
> tapi pada diem2 aja. Mari kita approach dan gandeng mereka untuk
> berbagi, berdiskusi, bertukar pikiran dan saling belajar di ILC
> mendatang.
>
> - Kita bisa kontak perusahaan2 teknologi luar yg baru expanding ke
> Asia Tenggara, khususnya Indonesia, seperti Yahoo! contohnya, untuk
> ikut mengisi acara. Kalo perlu bisa contact Google, Dell, Canonical,
> Novell, Red Hat, dan kabarin mereka tentang ILC (dan juga tentang
> Indonesia, jumlah penduduknya, dan potensi penggunanya), saya yakin
> mereka pasti mau mengisi acara, mungkin dengan mengirim satu atau dua
> staffnya yg expert di Linux untuk presentasi tentang teknologi mereka
> (hardware, aplikasi, dll), atau tentang bagaimana mereka menggunakan
> Linux di bisnis mereka. Topiknya bebas (dan potensinya luas sekali),
> bisa server monitoring, storage, networking, clustering, distro
> management, bahkan yg non-teknis sekalipun seperti pembinaan
> community, dsb.
>
> - Sebaiknya kita kumpulkan content sebanyak mungkin, jadi nanti
> tinggal diseleksi, panitia kan tinggal menolak kalo ada yg tidak cocok
> (misalnya sifatnya terlalu advertorial, cuma ngiklanin produk atau
> perusahaan sendiri). Kalo dari awal udah terlalu banyak batasan ini
> itu mah orang juga udah males mau ngasih content apa2.
>
> Menurut rekan2 gimana?

Saya akur sama boz Ronny, memang harus begitu di Linux(terutama ILC)
semua kepentingan sebagusnya bisa di akomodir. Ada yang acara pake
aturan2 segala(attribut, dll) mungkin KPLI meeting. Selebihnya
seluas2nya dan sebanyak2nya. istilahnya ada yang mesti login dulu tapi
banyak juga yang di halaman depan.

Jd di ILC yang puritan terakomodir yang liberal apalagi.

Saya pikir lebih menarik membahas konten memang. Nah dari sekarang
mulai pd bikin project yang bisa jadi kontek buat ILC depan yuks

> Ronny
>
> --
> Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
> Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
>
>



-- 
Resza

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke