Pada 4 Maret 2009 02:40, Yudhi Kusnanto <[email protected]> menulis:
> On Mon, 2 Mar 2009, Rusmanto wrote:
>
>> Mohon dukungan protes kang Onno yang memang hebat ini. :)
>> Karena pengguna Linux yang mau beli netbook
>> dipaksa beli Windows meskipun tidak dipakainya, betul kang Onno?
>>
>
> pak rus, pak onno dan rekan-rekan semua!
>
> saya mendukung usaha pak onno. namun sebaiknya kita tidak melupakan dasar
> legal/formal. Dalam konteks kasus pak onno,
> bagaimana aturan/uu tentang penjualan komputer di indonesia? apakah ada
> uu/pp/dll yang melarang atau membolehkan penjualan unit komputer tanpa os?
> saya pernah diberitahu kalo di jerman (baca:contoh), menjual komputer
> tanpa os adalah illegal.
>
> tentu saja menjual komputer (sebagai satu unit) tidak sama dengan merakit
> sendiri karena implikasinya juga berbeda (misal urusan PPN, dll) sehingga
> aturan diatas tidak berlaku untuk komputer rakitan sendiri.
>
> netbook/notebook/laptop bukanlah jenis komputer yang dapat dirakit sendiri
> oleh konsumen melainkan dijual sebagai unit utuh, sehingga logikanya,
> aturan yang berlaku adalah unit komputer utuh.
>
> apakah ada aturan yang mengharuskan penjual menyediakan komputer dengan os
> alternatif? saya tidak tahu dan agak pesimis, sehingga situasinya seperti
> hukum rimba, dimana yang kuat ngeyel/ngotot yang akan menang, karena
> aturannya (imho) tidak ada.
>
> mengenai monopoli microsoft, saya pikir itu suatu fakta yang wajar dan
> sah. yang jadi pertanyaan adalah bagaimana perilaku microsoft memanfaatkan
> kekuasaannya? bagaimana kita dapat membuktikan adanya perilaku tidak sehat
> oleh microsoft sehingga merugikan pihak lain (kompetitor, konsumen, dll)?
>
> saya mohon kita semua menyiapkan amunisi dan argumen yang kuat.
>
> salam
> --
> |===[ Yudhi Kusnanto ]=============|
> |===[ STMIK Akakom ]===============|
> |===[ http://www.akakom.ac.id/ ]===|
>

membeli komputer/laptop yang harus include dengan os nya sehingga ada
biaya tambahan sebenarnya bisa dibilang bukan hal yang salah. karena
pihak vendor hardware dan software/os bekerja sama sehingga mereka
bisa menjual produk berupa komputer/laptop yang siap pakai.

namun "sebagian besar dari kita" merasa os yang include langsung
dengan komputer/laptop ini berkesan sebagai hal yang sia-sia. Karena
sudah bukan rahasia klo os w*****s adalah os yang rentan terhadap
virus, kurangnya keamanan security, software2 pendukung yang cenderung
komersial dan belum pasti bisa saling softwarenya bisa saling
terintegrasi dengan os nya .

Mac juga melakukan hal ini. menjual komputer/laptop yang include
dengan OS nya, tapi harga yang dibayarkan memang sebanding dengan apa
yang kita dapatkan.

kalau punya duit lebih, saya lebih memilih menggunakan mac walaupun
dia komersial. lagi pula supportnya lebih meyakinkan dan lebih aman.


-- 
Asri Rachman
100% Ubuntu 8.04.1
YM : internetkidx
GTalk : kidx13
http://asrirachman.sonix-er.com
http://sonix-er.com
http://ikastelk-mks.com
http://makassar.linux.or.id

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke