Saya setuju dengan opini mas Resza. Saya hanya ingin sedikit
menambahi. Mungkin banyak diantara kita yang belum begitu
mengerti(termasuk saya sendiri belum juga begitu mengerti) mengenai
konsepsi Open Source dan Closed Source, Free Software dan Proprietary
Software.

Sepanjang yang saya tahu Free Software itu sepenuhnya mengenai
kebebasan dalam menggunakan, membaca, memodifikasi, dan mempelajari
program komputer. Oleh karena ini, Free Software lebih menekankan
dirinya sendiri ke arah filsafat hidup. Proprietary Software adalah
kebalikan dari Free Software.

Sedangkan Open Source pada mulanya hanyalah sebagai pengganti kata
Free Software karena kata Free itu dalam bahasa Inggris bisa berarti
bebas dan gratis. Sedangkan kata gratis ini dipandang anti-bisnis.
Sehingga bila menggunakan kata Open Source dan bukannya Free Software,
maka akan terbebas dari anomali arti gratis. Dalam perkembangannya
Open Source lebih ditekankan sebagai teknik pengembangan software
daripada filsafat(lihat dokumentasi Slackware mengenai Open Source).

Mengikuti proposisi-proposisi diatas maka konsekuensi yang timbul adalah:
1. Bila saya adalah pecinta Free Software, maka seharusnya saya
memahaminya sebagai sebuah tata cara dan tata pandang hidup dalam
melakukan kegiatan komputasi. Saya mencintainya karena Free Software
memungkinkan saya mempelajari program komputer, memodifikasinya bila
perlu, mengembangkannya bila mau, dan menggunakannya dalam kondisi
apapun dan dimanapun bila sesuai.
2. Yang kedua, bila saya adalah pecinta Open Source, maka saya boleh
tidak peduli dengan apakah Free Software. Yang penting adalah
methodology dalam pengembangan program komputer, yaitu methodology
Open Source. Apakah software yang dihasilkan seluruhnya boleh
dimodifikasi atau tidak, yang penting kodenya orang lain bisa
baca(orang bisa membaca kode suatu program tidak berarti orang
tersebut boleh memodifikasinya). Bila dalam program yang saya tulis
terdapat kode-kode proprietary tidaklah masalah(dalam Linux terdapat
kode-kode seperti ini, sedangkan program-programnya GNU Project
tidaklah terdapat kode-kode semacam ini)

Sedangkan dari segi bisnis, maka ada dua sudut pandang:
1. bisnis yang berhubungan dengan software secara langsung,
Dalam kebanyakan kasus, memproduksi software Proprietary jauh lebih
menguntungkan daripada Free Software(sebagaimana Microsoft, Adobe, dan
industri software lainnya) dengan pengecualian bahwa software yang
kita produksi hanyalah sebagai nilai jual tambahan untuk hardware yang
kita jual(seperti SUN Microsystem).
2. bisnis yang memanfaatkan software
Dalam kontek ini, sebuah entitas bisnis akan selalu memilih
produk-produk dengan total cost yang lebih rendah sedangkan
kualitasnya bagus. Produk-produk ini baik itu Proprietary, Free
Software, Open Source, ataupun Closed Source tidaklah penting, yang
penting adalah murah dan bagus.

Dengan hormat,
Eko Hermiyanto

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke