Aq jg pernah mengalami hal yg sama, selama mengembangkan sisfokol. _hajir_ http://sisfokol.wordpress.com
Adi Nugroho wrote: > Barusan aku iseng klik sana sini di handphone-ku, dan dapat artikel bagus di > coova.org. Sori, link lengkap tidak aku masukkan, karena belum tahu cara copy > paste url di nokia E63. Sori, masih kampungan, hehehe.... > Kalau tidak salah, http://www.coova.org/node/263 > Sori kalau salah. > Kisahnya begini.... > Satu ketika, sang developer coova chilli lagi jalan jalan ke sebuah warung > kopi, dan mengakses internet via wifi. Tampilan yang muncul adalah tampilan > coova, tapi pas dilihat, tulisan 'hotspot technology provided by....', bukan > coova.org, tapi sang system integrator. > Sang developer kecewa. > Apa susahnya membiarkan nama coova tetap di situ??? > Aku tersentak dan terpanggil untuk menulis posting ini. > Mungkin kita juga pernah mengecewakan developer opensource lainnya. Mungkin > developer chilli. Mungkin joomla, openerp, drupal, ubuntu, dll. > Kita pakai karyanya, lalu nama pembuatnya kita hapus. Padahal kita sudah > diperbolehkan menggunakan karya mereka, bukan hanya bebas, tapi juga gratis. > Koq tega teganya kita copot nama mereka :( > So, kalau kita adalah salah satu yang mengecewakan para developer opensource, > mari mulai menghargainya, mulai dari sekarang. > Salam, > Adi Nugroho > PS: > -- > Berhenti langganan: [email protected] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

