Terima kasih artikelnya
Jangankan untuk calon hacker, wong bagi seorang financial manager
seperti saya hal ini sudah menjadi bencana, koq!
Filosofi-nya, kalau kita adalah produsen maka kita harus paksakan diri
untuk menjadi monopolist dalam produk kita kebalikannya kalau jadi
konsumen maka kita jangan mau terjebak dalam monopoli sebuah produk
Pakai sistem operasi dan aplikasi itu pakai yg dibutuhkan saja, lalu
support-nya bisa kemana2
Bukan dibeli semua fitur padahal nggak semua kepake lalu support juga
harus ke perusahaan yg sama...ada kebebasan yg dibelenggu di sini, yg
berujung kepada pengurangan kebebasan finansial

On 2/1/10, Donny Kurnia <[email protected]> wrote:
> Assalamu'alaikum wr wb
>
> Pagi ini saya memulai hari dengan membaca sebuah artikel menarik:
>
> http://diveintomark.org/archives/2010/01/29/tinkerers-sunset
>
> Mark adalah seorang hacker yang sedari kecil ngoprek komputer yang saat
> itu masih bebas untuk dioprek, yaitu Apple ][e
>
> Seiring waktu, Apple berubah. Produknya tidak lagi bisa dioprek dengan
> bebas.
>
> Link-link di artikelnya juga menarik untuk disimak. Diantaranya adalah
>
> http://diveintomark.org/archives/2007/10/04/if-wishes-were-iphones
>
> Mark sekarang menggunakan Linux, dimana dia bebas ngoprek mesin miliknya
> sendiri.
>
> Bagi beberapa orang terutama non-programmer, memiliki mesin yang 'Just
> Work' seperti Apple memang nyaman. Tetapi bagi calon programmer, ini
> adalah bencana. Bagaimana mungkin bisa menghasilkan programmer handal
> yang bahkan dilarang dan dituntut ketika ngoprek komputer yang telah
> dibelinya.
>
> Wassalamu'alaikum wr wb
> --
> Donny Kurnia
> http://blog.abifathir.com
> http://hantulab.blogspot.com
> http://www.plurk.com/user/donnykurnia
>
> --
> Berhenti langganan: [email protected]
> Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
>
>

-- 
Sent from my mobile device

http://masalahkeuangan.blogspot.com

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke