> Seorang programmer tidaklah perlu mengoprek operating system dalam
> sebagian besar kasus, dengan pengecualian dia adalah operating system
> developer atau designer untuk custom operating system.

Tadinya saya juga berprinsip seperti ini.

Sampai suatu hari ketika saya sedang mengerjakan thesis saya -- dan
kena bug di Windows API  :(

Ya sudah, tidak ada yang bisa saya lakukan  :(
Game over.

Akhirnya dengan dongkol & sedih, saya serahkan disertasi saya yang
cacat, ada bug nya tsb .............

Sejak saat itu saya bertekad untuk terus berusaha membebaskan diri
dari blackboxes / proprietary systems.



Salam, HS


On 2/1/10, eko hermiyanto <[email protected]> wrote:
> Ini sepenuhnya adalah opini saya pribadi, dan mohon bila ada salah,
> saya diberikan pengarahan untuk melengkapi pengetahuan saya yang masih
> kurang disana-sini.
>
> Saya tidak begitu setuju dengan hal ini. Bagi seorang programmer, maka
> editor, compiler, interpreter, assembler, linker, debugger, emulator
> dan beberapa hal lain(seperti versioning system, diagram editor)
> adalah seluruh hal yang kita perlukan.
>
> Dari sudut pandang programmer, application programming interface yang
> disediakan oleh operating system tersebut adalah satu-satunya yang
> terpenting dari sebuah operating system, yang mana biasanya tersedia
> sebagai C Library.
>
> Seorang programmer tidaklah perlu mengoprek operating system dalam
> sebagian besar kasus, dengan pengecualian dia adalah operating system
> developer atau designer untuk custom operating system.
>
> Dan untuk operating system yang saya gunakan, Unix adalah yang paling
> sering saya gunakan? Kenapa Unix? Karena Lisp dan GNU Emacs tersedia
> disitu dan paling "Just Work".
>
> Nah bagi saya, konsep "Just Work" tidaklah buruk. Karena saya sangat
> nyaman sekali mendapatkan sebuah operating system, yang mana seluruh
> keperluan saya "Just Work" di operating system ini. Dalam hal ini
> adalah Unix.

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke