adi wrote:
On Thu, Feb 04, 2010 at 06:05:07PM +0700, Donny Kurnia wrote:
belum pernah beli RHEL atau Mikrotik ya berarti :)
RHEL tidak jualan software, tapi jualan service.
Imho, istilah 'jualan software' ini sudah terlanjut menyempit
karena hanya diartikan sebagai jualan lisensi.
Padahal, jualan software hasil modifikasi itu juga jualan software.
Keduanya tetap jualan software, karena keduanya juga
menyerahkan software meskipun beda isi kesepakatan jual-belinya.
Saya berpikir sebaliknya, jika sama-sama dinilai sebagai barang.
Penjual software proprietary adalah jualan surat izin (mirip sewa),
sedangkan penjual non proprietary jualan software sebenarnya karena
menyerahkan kode program sepenuhnya, bukan hanya izin menggunakannya.
Namun, saya juga setuju seperti yang disebut Pak Adi,
saat ini jualan lisensi jauh lebih mudah drpd jualan software. :)
Tiga di antara banyak alasan/penyebabnya (imho):
1. Mudah dalam promosi: iklan proprietary yg berhasil
pasti menguntungkan proprietary itu,
sedangkan iklan foss menguntungkan semua perusahaan foss.
2. Konsep bisnis monopoli, termasuk ikatan terhadap pembuat hardware.
3. Konsep bisnis mengunci: gratis dulu bayar kemudian. :)
Bagaimana agar bisnis foss sukses? Cari solusi utk 3 alasan di atas,
misal utk no.1 kumpulkan semua perusahaan foss buat iklan bersama. :)
Rus
--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis