2010/8/11 Masim "Vavai" Sugianto <[email protected]>:
> 3. Bagaimana jika pembiayaan hosting tidak terhandle ? Meski secara
> kemungkinan tetap ada kemungkinan seperti ini, saya melihatnya hal ini
> bisa diantisipasi dengan cara membuat mekanisme pembiayaan hosting
> yang tidak tergantung pada suatu sumber tertentu. Biaya hosting dalam
> 1 tahun berkisar sekitar 1 juta rupiah untuk kapasitas 500 GB jadi
> mestinya secara hitungan normal, biaya ini dapat dicover dari donasi
> baik lembaga maupun perorangan.

Bisa juga dibikin lebih formal, jadi linux.or.id jadi seperti
discounted hosting aja, tapi untuk "kalangan terbatas". Subsidi dari
yayasan atau lembaga yang mau membantu mendanai, sisanya dibebankan ke
yang mau subdomain, tentunya lebih murah karena sudah disubsidi. Biaya
"hosting"-nya tergantung subsidinya brp, kalo sudah mencukupi ya bisa
gratis. Tapi saya cenderung kurang suka kalo bener2 gratis, karena
jadi gampang ditelantarkan, minimal murah sekali lah, seperti 100rb
setahun or something. Jadi kalo mau minta subdomain ya bisa lebih ada
motivasi utk menggunakan seoptimal mungkin.

Nantinya karena sudah jadi "hosting", ada yg bayar, maka linux.or.id
punya kewajiban untuk memberikan service layaknya sebuah hosting.
Mungkin linux.or.id bisa menyewa sysadmin part time untuk ngurusin hal
ini.

Tapi mungkin ini perlu di bawah payung sebuah lembaga resmi, jadi bisa
dibikin suatu lembaga non-profit dengan nama "linux.or.id Hosting"
atau seperti itu, yg khusus utk hostingnya aja. Saya kurang paham
urusan beginian, mungkin rekan2 lain seperti Bung Vavai atau Pak Rus
bisa bantu ide.

ILC mendatang kayaknya cocok dijadikan tempat dan waktu utk meresmikan
hal ini kalo memang sudah disetujui oleh semua.

Ronny

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke