2010/8/11 Ronny Haryanto <[email protected]>: > Bisa juga dibikin lebih formal, jadi linux.or.id jadi seperti > discounted hosting aja, tapi untuk "kalangan terbatas". Subsidi dari > yayasan atau lembaga yang mau membantu mendanai, sisanya dibebankan ke > yang mau subdomain, tentunya lebih murah karena sudah disubsidi. Biaya > "hosting"-nya tergantung subsidinya brp, kalo sudah mencukupi ya bisa > gratis. Tapi saya cenderung kurang suka kalo bener2 gratis, karena > jadi gampang ditelantarkan, minimal murah sekali lah, seperti 100rb > setahun or something. Jadi kalo mau minta subdomain ya bisa lebih ada > motivasi utk menggunakan seoptimal mungkin.
Saya setuju ide discounted hosting, dan tidak gratis. Selain untuk membangun rasa memiliki, biaya murah itu minimal untuk biaya perawatan jangka panjang. > > Nantinya karena sudah jadi "hosting", ada yg bayar, maka linux.or.id > punya kewajiban untuk memberikan service layaknya sebuah hosting. > Mungkin linux.or.id bisa menyewa sysadmin part time untuk ngurusin hal > ini. Bisa juga di-outsource (kerja sama) dg jasa hosting yang ada, bukan dg perorangan. > > Tapi mungkin ini perlu di bawah payung sebuah lembaga resmi, jadi bisa > dibikin suatu lembaga non-profit dengan nama "linux.or.id Hosting" > atau seperti itu, yg khusus utk hostingnya aja. Saya kurang paham > urusan beginian, mungkin rekan2 lain seperti Bung Vavai atau Pak Rus > bisa bantu ide. Biasanya kalau ada urusan administrasi dg pihak luar (pengelola hosting dan kpli-kpli penyewa hosting) perlu lembaga formal. Kita bisa pinjam atau menumpang dg lembaga yg ada, atau membuat baru. > > ILC mendatang kayaknya cocok dijadikan tempat dan waktu utk meresmikan > hal ini kalo memang sudah disetujui oleh semua. Setuju dimasukkan sebagai bahan diskusi dan diresmikan di ILC. Rus -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

