Salam Komunitas... Beberapa waktu yang lalu rekan-rekan komunitas linux didaerah saya begitu senang karena ILC 2010 berlangsung di Bogor, kota yang sebenarnya tidak terlalu jauh dengan Tegal. Mereka penasaran ingin mengikuti ILC karena pengin tahu dan berkenalan dengan sesama aktivis linux dari komunitas dari pelosok nusantara dan syukur bisa berkonstribusi bagi kemajuan Linux. Beberapa dari mereka sempat membicarakan rencana bareng" berangkat dengan mobil salah satu teman, dengan cara patungan bensin. Masalah makan bisa cari warteg dan penginapan bisa dimana saja mencari teman atau sodara di Bogor. Namun setelah saya membaca bahwa untuk ikut Linux Community Meeting ternyata ada biaya pendaftaran sebesar Rp. 250.000 (umum), dan memberitahukan kepada mereka spontan wajah kecut dan kecewa muncul. Dalam benak saya wajar saja karena biaya yang telah dikalkulasi akan membengkak serta tentunya mereka akan merogoh kantong lebih dalam.
Dalam benak saya yang telah mengikuti ILC sebelumnya di 2007 dan 2008, ILC merupakan sarana berkumpul bagi para aktivis linux (komunitas) dari berbagai penjuru Indonesia untuk saling bertukar pengalaman dan kemudian merumuskan berbagai permasalahan untuk menjadi masukan bagi Pemerintah misalnya. Dan setelah pulang dari ILC mereka bisa membawa informasi dan menjadi motivator bagi kemajuan Linux di daerahnya masing". Adanya bantuan uang akomodasi pada waktu itu bagi saya mungkin sebagai "apresiasi" Pemerintah yang mendengungkan IGOS kepada para aktivis/relawan Linux di daerah yang telah secara suka rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran hingga materi untuk memajukan IT lewat pengembangan Free & Open Source Software dan membantu Program Pemerintah dalam mengurangi tingkat pembajakan software. Saya juga sering membaca Indonesia masuk deretan negara yang paling suka membajak. Maka wajar para aktivis/relawan linux mendapat apresiasi di kumpulkan dan kemudian memberi masukan kepada pemerintah. Untuk itu memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. (Kurang tahu apakah dana ini jauh lebih besar dibanding dengan Biaya kunjungan anggota Dewan ke Luar Negeri) Melihat acara Linux Community Meeting rasanya masih belum jauh berubah, dibagi menjadi 3 (Diskusi Paralel permasalahan implementasi Linux dan FOSS dibidang Pendidikan, Pemerintahan dan Bisnis). Sejauh pengetahuan saya yang pernah mengikuti ILC para aktivis/relawan Linux dan FOSS dari seluruh Indonesia saling bertukar pengalaman dan kemudian merumuskan sebuah agenda yang nantinya "mungkin" bisa menjadi rujukan dan masukan kepada berbagai pihak yang berkepentingan, Pemerintah salah satunya. Pertanyaannya kalau memang para aktivis dari seluruh Indonesia memberikan laporan/berbagi pengalaman dan memberi masukan yang berarti masih harus bayar juga? Sementara beberapa KPLI misalnya untuk bisa bertahan dan tetap beraktivitas para aktivis/relawannya sudah lumayan menguras tenaga/waktu/pikiran/mungkin juga uang untuk memajukan Linux dan Open Source di daerahnya. Mereka juga tidak memiliki SK dari pemerintah untuk menjadi pengurus KPLI karena memang independen dan sifatnya yang sukarela. Saya tidak mengatakan salah untuk masing" KPLI atau Komunitas Distro untuk mengeluarkan dana datang ke ILC ini karena memang pada kenyataannya sudah banyak rekan KPLI yang telah bisa mandiri dan menghasilkan. Namun saya juga mengira lebih banyak rekan KPLI yang belum seperti mereka yang terlebih dahulu maju bahkan mendapatkan dukungan dari pemerintah daerahnya. Memang benar ketika saya mengikuti ILC di Jogja dan di Bogor juga pernah mendengar bahwa nantinya ILC harus bisa mandiri dan tidak tergantung dari subsidi akomodasi. Untuk biaya Transportasi dan Akomodasi hidup di Bogor selama 2 hari mungkin sudah banyak rekan komunitas yang mampu, kalaupun belum mampu untuk ILC Bogor kali ini mereka harus kembali merogoh kantong lebih dalam karena mereka juga harus membayara biaya pendaftaran. Saya hanya bertanya tentang biaya pendaftaran untuk bisa "Bertamu" dan saling "Bersilaturahmi" masuk arena Linux Community Meeting. Masalah transportasi dan akomodasi seperti diawal tadi rekan-rekan di daerah saya juga sudah bisa maklum dan memang berencana untuk bisa berangkat, namun untuk biaya pendaftaran sebagai tamu/khalifah/utusan dari daerah ternyata sekarang membayar... Mohon maaf kalau sekedar pertanyaan tidak penting ini mengganggu... Tanpa mengurangi rasa hormat dan salut saya kepada panitia yang telah bekerja keras, Semoga rekan-rekan Panita ILC 2010 Bogor bisa memberikan sedikit pencerahan untuk bahan cerita saya kepada rekan-rekan di daerah... Romi Muharyono (Ketua KPLI Tegal) -- keep the fighting spirit... ------------------------------------------------------------------- http://kwali.info -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

