Dan utusan KPLI termasuk kategori apa? pelajar atau umum? kalau di Linux Meeting yang sudah-sudah, gratis kok. malah kalau panitia lebih duit, kita dibekali ongkos pulang.
Bagaimana itu? On 9/25/10, redmouse computer <[email protected]> wrote: > Salam Komunitas... > > Beberapa waktu yang lalu rekan-rekan komunitas linux didaerah saya > begitu senang karena ILC 2010 berlangsung di Bogor, kota yang > sebenarnya tidak terlalu jauh dengan Tegal. Mereka penasaran ingin > mengikuti ILC karena pengin tahu dan berkenalan dengan sesama aktivis > linux dari komunitas dari pelosok nusantara dan syukur bisa > berkonstribusi bagi kemajuan Linux. Beberapa dari mereka sempat > membicarakan rencana bareng" berangkat dengan mobil salah satu teman, > dengan cara patungan bensin. Masalah makan bisa cari warteg dan > penginapan bisa dimana saja mencari teman atau sodara di Bogor. > Namun setelah saya membaca bahwa untuk ikut Linux Community Meeting > ternyata ada biaya pendaftaran sebesar Rp. 250.000 (umum), dan > memberitahukan kepada mereka spontan wajah kecut dan kecewa muncul. > Dalam benak saya wajar saja karena biaya yang telah dikalkulasi akan > membengkak serta tentunya mereka akan merogoh kantong lebih dalam. > > Dalam benak saya yang telah mengikuti ILC sebelumnya di 2007 dan 2008, > ILC merupakan sarana berkumpul bagi para aktivis linux (komunitas) > dari berbagai penjuru Indonesia untuk saling bertukar pengalaman dan > kemudian merumuskan berbagai permasalahan untuk menjadi masukan bagi > Pemerintah misalnya. Dan setelah pulang dari ILC mereka bisa membawa > informasi dan menjadi motivator bagi kemajuan Linux di daerahnya > masing". > Adanya bantuan uang akomodasi pada waktu itu bagi saya mungkin sebagai > "apresiasi" Pemerintah yang mendengungkan IGOS kepada para > aktivis/relawan Linux di daerah yang telah secara suka rela > mengorbankan waktu, tenaga, pikiran hingga materi untuk memajukan IT > lewat pengembangan Free & Open Source Software dan membantu Program > Pemerintah dalam mengurangi tingkat pembajakan software. Saya juga > sering membaca Indonesia masuk deretan negara yang paling suka > membajak. Maka wajar para aktivis/relawan linux mendapat apresiasi di > kumpulkan dan kemudian memberi masukan kepada pemerintah. Untuk itu > memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. (Kurang tahu apakah dana > ini jauh lebih besar dibanding dengan Biaya kunjungan anggota Dewan ke > Luar Negeri) > > Melihat acara Linux Community Meeting rasanya masih belum jauh > berubah, dibagi menjadi 3 (Diskusi Paralel permasalahan implementasi > Linux dan FOSS dibidang Pendidikan, Pemerintahan dan Bisnis). Sejauh > pengetahuan saya yang pernah mengikuti ILC para aktivis/relawan Linux > dan FOSS dari seluruh Indonesia saling bertukar pengalaman dan > kemudian merumuskan sebuah agenda yang nantinya "mungkin" bisa menjadi > rujukan dan masukan kepada berbagai pihak yang berkepentingan, > Pemerintah salah satunya. Pertanyaannya kalau memang para aktivis dari > seluruh Indonesia memberikan laporan/berbagi pengalaman dan memberi > masukan yang berarti masih harus bayar juga? Sementara beberapa KPLI > misalnya untuk bisa bertahan dan tetap beraktivitas para > aktivis/relawannya sudah lumayan menguras tenaga/waktu/pikiran/mungkin > juga uang untuk memajukan Linux dan Open Source di daerahnya. Mereka > juga tidak memiliki SK dari pemerintah untuk menjadi pengurus KPLI > karena memang independen dan sifatnya yang sukarela. > > Saya tidak mengatakan salah untuk masing" KPLI atau Komunitas Distro > untuk mengeluarkan dana datang ke ILC ini karena memang pada > kenyataannya sudah banyak rekan KPLI yang telah bisa mandiri dan > menghasilkan. Namun saya juga mengira lebih banyak rekan KPLI yang > belum seperti mereka yang terlebih dahulu maju bahkan mendapatkan > dukungan dari pemerintah daerahnya. Memang benar ketika saya mengikuti > ILC di Jogja dan di Bogor juga pernah mendengar bahwa nantinya ILC > harus bisa mandiri dan tidak tergantung dari subsidi akomodasi. Untuk > biaya Transportasi dan Akomodasi hidup di Bogor selama 2 hari mungkin > sudah banyak rekan komunitas yang mampu, kalaupun belum mampu untuk > ILC Bogor kali ini mereka harus kembali merogoh kantong lebih dalam > karena mereka juga harus membayara biaya pendaftaran. Saya hanya > bertanya tentang biaya pendaftaran untuk bisa "Bertamu" dan saling > "Bersilaturahmi" masuk arena Linux Community Meeting. Masalah > transportasi dan akomodasi seperti diawal tadi rekan-rekan di daerah > saya juga sudah bisa maklum dan memang berencana untuk bisa berangkat, > namun untuk biaya pendaftaran sebagai tamu/khalifah/utusan dari daerah > ternyata sekarang membayar... > > Mohon maaf kalau sekedar pertanyaan tidak penting ini mengganggu... > Tanpa mengurangi rasa hormat dan salut saya kepada panitia yang telah > bekerja keras, Semoga rekan-rekan Panita ILC 2010 Bogor bisa > memberikan sedikit pencerahan untuk bahan cerita saya kepada > rekan-rekan di daerah... > > > Romi Muharyono > (Ketua KPLI Tegal) > > -- > keep the fighting spirit... > ------------------------------------------------------------------- > http://kwali.info > > -- > Berhenti langganan: [email protected] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > > -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

