On 9/25/10, redmouse computer <[email protected]> wrote: > > Namun setelah saya membaca bahwa untuk ikut Linux Community Meeting > ternyata ada biaya pendaftaran sebesar Rp. 250.000 (umum), dan > memberitahukan kepada mereka spontan wajah kecut dan kecewa muncul. > Dalam benak saya wajar saja karena biaya yang telah dikalkulasi akan > membengkak serta tentunya mereka akan merogoh kantong lebih dalam. >
Sebenarnya ini sangat mudah disiasati selama kita berpatokan bahwa LCM bukanlah KPLI-Meeting, dan akan selamanya begitu bagi saya. Acara kumpul-kumpul, tukar pikiran, laporan KPLI dan sebagainya itu mudahlah tanpa uang pendaftaran. Silahkan saja LCM diadakan didalam gedung. Anda kumpul-kumpul saja di samping gedung dekat kran air dibawah pohon mangga. Ingin menyampaikan sesuatu di LCM, laporan KPLI atau apagituyanglain? Mudah. broadcast video-audio saja ke laptop seseorang yang pasti bisa diajak cingcay dan pasti hadir di (dalam ruangan) LCM. Bapak Linux Indonesia, Rusmanto Maryanto. Anda yang merasa diri laki-laki sejati dan benar-benar niat KPLI meeting yaitu saling tukar pengalaman, bukan mengejar sertifikat, kaos ILC, poto-poto fesbuk dan lain sebagainya, ikutilah 2 utusan KPLI-NTB dari divisi Gembel, Marjeni dan Yanuar Arafat, mengadakan KPLI meeting diluar. Jika bukan keduanya, pasti salah satunya bawa antena kaleng. -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

