Salam,

On Dec 9, 2010, at 2:14 PM, Rusmanto Maryanto wrote:

> 2010/12/9 Asri Rachman <[email protected]>:
>> Pihak swasta mendapatkan dana dari keuntungan usaha mereka. Berbeda
>> dengan pemerintahan, sumber dana berdasarkan permintaan anggrana dena
>> mereka pada negara. Belum lagi katanya ada istilah "penggunaan
>> anggaran yang kecil dianggap gagal", sehingga mereka meminta anggaran
>> sebesar besarnya,
> 
> Kalau masalahnya seperti itu, imho salah satu tugas aktivis
> adalah menjelaskan bahwa Linux/OSS juga dapat menggunakan
> anggaran sebesar-besarnya, sesuai permintaan / kebutuhan. :)
> Bahkan dengan Linux bisa lebih besar, jika dibandingkan dengan membajak.
> 
> Ini bukan berarti kita mendukung korupsi,
> karena menggunakan semua anggaran yang tersedia itu
> selama untuk kebaikan dan tidak manipulasi/korupsi/kolusi
> kan tidak jadi masalah.
> 
> Misal ada anggaran 1 milyar utk "beli lisensi software proprieatry",
> lalu 1 milyar itu dialihkan utk "beli paket software Linux/FOSS
> termasuk pemasangan, modifikasi, pendampingan, dan lain-lain."
> 
> Rangkuman: Alihkan anggaran lisensi itu ke kebutuhan lain
> sehingga total nilai akhir solusi Linux/FOSS lebih baik daripada beli lisensi.


Sekedar pengetahuan saja bahwa dari tahun ke tahun Departemen Keuangan dan 
Bappenas telah menerapkan sistem evaluasi berbasis Key Performance Indicator 
untuk menilai keberhasilan maupun kegagalan pemanfaatan anggaran instansi 
pemerintahan. Ini nanti juga akan dibandingkan dengan data justifikasi 
pengajuan anggaran, time series serta pola penyerapan anggaran di tahun-tahun 
sebelumnya berikut penggunaannya, hasil audit internal serta pemeriksaan dan 
pengawan Irjen, BPKP dan BPK untuk mengetahui apakah proyek yang diadakan telah 
memenuhi sasaran. 

Singkatnya, tidak serta merta kurangnya penyerapan anggalan identik dengan 
kegagalan kinerja sebab bisa saja yang terjadi justru penyelamatan anggaran 
negara dimana apabila tidak melanggar ketentuan yang ada akan diapresiasi 
dengan penambahan jatah anggaran untuk tahun berikutnya. Setiap PNS yang 
terlibat dalam penyusunan rencana anggaran dan sebagai panitia pelaksana 
pengadaan barang dan jasa selalu mendapatkan training peningkatan kapasitas 
secara berkala serta harus memiliki sertifikasi kecakapan. Termasuk bagaimana 
caranya menyusun lelang atau pengadaan serta model penilaian untuk pekerjaan 
dengan menggunakan produk FOSS/Linux.

_______
Regards,

M. Salahuddien


--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke