--- mige harimurti <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > adwin wrote: > > > > >Nah gimana dengan dotGNU ????? kok ngga dibicarain sih ? harusnya > J2EE > >vs .Net vs dotGNU donk...biar rame hehehe... > >(yg .GNU kok jarang denger yah...ini proyek serius apa ngga sih ?) > > > dotGNU ini project sangat serius .... sebagai projectnya > FreeDeveloper > dan GNU. (www.dotgnu.org) > Sesuai dengan ideologinya FSF, dotGNU ini sangat menekankan > kebebasan. > Kebebasan baik di pihak Provider ataupun User. > Contohnya data user disimpan di tempat yang user percaya. Tidak harus > di > tempat Provider, bahkan bisa juga di komputernya User sendiri kalau > tidak ada tempat yang User percaya. > Provider services akan dapat memilih provider otorisasi yang dia > percaya. > Juga untuk otorisasi, user akan bebas memilih pihak yang akan > melakukan > otorisasi. Mungkin terbatas pada jumlah provider otorisasi yang > digunakan oleh servicesnya. (Compare with Passport for example). > Telihat sekali dari content web-sitenya, mereka akan mencoba melewati > > .NETnya MS > Mereka menyatakan akan "downgrade" compatible dengan .NETnya MS. >
dotGNU memang tidak sama dengan Mono, namun bukankah intinya pengin menyaingi teknologi .NET , tidak hanya .NET Frameworknya saja, tapi semua komponen + membuat teknik tandingan yang beda. Bagi saya ini terlalu ambisius. Lihat saja proyek Mono, bagi saya ini lebih realistis. Pertama hanya memfokuskan .NET Framework saja. Coba kita simak perjalanan dari GNOME (Ini saya baca dari sebuah artikel) yang tujuan utamanya membuat komponen2 GNOME yang nantinya bakal bisa diakses oleh multi bahasa pemrograman. Teknik yg dipakai, komponen dibuat dlm bahasa C dan disimpan dalam bentuk library. Bahasa lainnya yang ingin menggunakan komponen ini tinggal mengakses librarynya. Semua ini bagus, tapi ukuran dari code nya jadi membengkak, karena untuk mengakses mis.nya saja 10 komponen, dibutuhkan 10 interface juga. Ini cuma dari 1 bahasa pemrograman, kalau 10 bahasa pemrograman, dibutuhkan 100 interface. Utk menyelesaikan masalah ini dipakai teknik baru memakai CORBA. Pada prinsipnya komponen diimplementasi dengan CORBA, bahasa pemrograman lain yg ingin menggunakan komponen ini, tinggal kirim request dalam bentuk ORB (Object Request Broker?). Ini sangat bagus untuk aplikasi2 yang terdistribusi. Namun jika aplikasinya cuma di dalam sebuah proses, tentu saja membuat performansinya menurun. Dalam hal ini, tentu saja teknologi .NET adalah salah satu solusinya. Kuncinya adalah CLR yang terJIT (JustInTime) dengan bytecodesnya MSIL atau CIL (Common Intermediate Language istilah di Mono) yang optimal. Ada kemungkinan, .NET ini bakalan dipakai tidak hanya untuk aplikasi Web seperti tujuan semula. Kalau kita lihat perjalanan Java, bukankah dulunya juga sebenarnya dipakai untuk menseragamkan software2 mikrodevice. Nggak tahunya ngetopnya malah jadi bahasa internet. Perkiraan ini berdasar pada kemampuan dari .NET Framework yang tersedia, dengan multi languagenya. Kalau dulu C++ dgn OOnya bertujuan (salah satunya) memudahkan pengembangan proyek yang dikerjakan bareng2, sehingga developer tinggal mendefinisikan interface (dlm bentuk virtual funktion atauun interface dlm Java), maka di .NET tiap user bisa menggunakan bahasa yang disukainya. Coba lihat dalam sebuah perusahaan, berapa banyak software yang harus dipakai untuk tujuan yang sama, karena tiap2 developer mempunyai bahasa kesukaan sendiri2, dan ketika semua harus disatukan, timbul masalah. Tidak hanya dalam pemrograman, tapi juga penggunakan aplikasi. Eko __________________________________________________________________ Gesendet von Yahoo! Mail - http://mail.yahoo.de Sie brauchen mehr Speicher f�r Ihre E-Mails? - http://premiummail.yahoo.de -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
