Agus wrote:
> 
> [-hapus-]
>
> Apa udah coba kalau setup CMOS untuk boot mulai dari drive D,
> dengan demikian HD ke 2 tersebut akan dianggap sebagai drive C?

Sayangnya, CMOS saya masih versi lama, yg belum Y2K Compliance &
tidak ada menu untuk boot dari drive D:?!?

> Agak repot memang, karena kalau kemudian HD yang removable dipasang
> maka harus ubah setup CMOS lagi.
> Agar tidak repot sebaiknya yang removable adalah HD ke 2 (Drive D).

Justru saat ini saya sebagai user Windows dan belum ngerti
apa-apa tentang Linux... rasanya agak berat untuk melakukan
ini... so... kalau HD C: saya yang ber-sistem Windows harus
menjadi drive D: dan HD yg ber-sistem Linux menjadi drive C:...
khan PC saya pasti otomatis nge-boot drive C: yang berisi Linux,
sedangkan pengalaman atau cara penggunaan Linux saja masih
"nol"...

Itu sebabnya mengapa HD ber-sistem Win saya taruh sbg drive C:...
sedangkan HD ber-sistem Linux saya taruh sbg drive D:... dan
juga... maksud saya menaruh HD ber-sistem Win dalam removable HD
[menggunakan bracket/frame] supaya pada saat peng-installan dan
pembuat partisi Linux pada drive d:, drive C: saya lepas dahulu
untuk menghindari salah mem"partisi" HD...

-- 
  (`-()_.-=-.
  /66  ,  ,  \
=(o_/=//_(   /================================================
    ~"` ~"~~`

--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com

Kirim email ke