Agus wrote:
> 
> Jika HD bisa lebih 524 Mb (LBA) mestinya bisa ubah option boot
> melalui Setup CMOS. Itu, semestinya, walau mungkin aja memang
> tidak bisa tapi yang pasti enggak ada kaitannya dengan Y2K (CMIIW).
> Atau Anda pakai 386? Informasinya kurang lengkap .... ;)

        Emang sih dipilihan CMOS-nya ada pilihan untuk boot dari
CD-ROM... tetapi setelah saya set ke situ, ternyata CD-ROM saya
tetap nggak bisa untuk boot CD Linux?
Apa dikarenakan CD-ROM saya tidak 'boot-able'? 
FYI... saya menggunakan CD-ROM Creative 12X, seri INFRA 18oo...

> Hmm, kalau memang tidak bisa boot dari D menjadi C, dan mau mencoba:
> Pakai LOADLIN, katanya. Terus terang, yang ini saya belum pernah
> mencobanya untuk drive D jadi enggak bisa menjelaskan lebih lanjut :(
> Silahkan cari dan baca HOW-TO atau rekan lain mungkin bisa bantu.

        Sudah saya baca HOWTO-nya, didalam situ emang dikatakan
"memungkinkan" untuk meng-install Linux di Secondary HD... tapi
kenyataannya... nah ini yang lucunya lagi... setelah kemarin saya
coba install ulang kembali [nggak tahu re-install yang keberapa
kali samapi saya udah nggak inget... pokoknya udah banyak kali
saya re-install Linux!]... sekarang malah setelah selesai
berhasil proses instalasi Linux di Secondary HD, ketika PC
mem-boot ulang... malah munculnya di layar cuma angka '0' dan
angka '1' seperti kode binary jaman dahulu, seperti contoh
berikut:

        01010101010101010101
        10101010101010101010
        01010101010100101010
        ... dst.

yang scroll terus ke bawah layar nggak ada habis-habisnya!

> Atau kalau mau seperi saya dulu (sekarang juga masih) jadi petualang:
> Jika sebagian besar isi drive C bisa dipindah ke D,
> maka Win dan Linux bisa ditaruh di C
>
> [-hapus-]

        Nah ini juga jadi masalah ke saya... gimana cara bikin menu
'dual-boot'nya untuk saya bisa milih mau masuk ke OS mana? 
Sebab saya sudah pernah ber-eksperimen begini... tetapi ketika PC
saya start... kok otomtasi yang muncul langsung Linux? 
Gimana cara saya bisa mengakses Win98?
Apakah kesalahan ketika saya memilih pilihan pada saat
meng-install Linux? 
FYI... ketika muncul kata 'boot:' untuk memilih cara instalasi
[FYI... saya mem-boot untuk instalasi Linux menggunakan disket,
dikarenakan hal yg telah saya kemukakan diatas!], saya hanya
menekan tombol ENTER saja... dan setelah muncul pilihan
installasi: Workstation,??? [saya lupa] & Custom... saya memilih
option 'Workstation'... dst.

> Alternatif terakhir, tapi merepotkan ..he..he...
> gonta-ganti hardisk antara C dan D.

Lha... kalau yang ini sih 'Langsung Sukses'! Tetapi repotnya itu
yang minta ampun... belum resiko kalau HD disimpan di"luar" PC...
takut kalau, misalnya ke-injak, jatuh, berdebu... etc. Makanya
ke-2 HD saya taruh dalam PC semua biar aman dan tidak repot!
Tinggal cabut satu HD aja yang ditaruh dalam 'bracket' [removable
frame]...

Apalagi ditambah saya punya anak yang masih kecil [1 th.] yang
suka nge-ganggu'in bapaknya kalau lagi maenan komputer... ^_^

> Kayaknya ane maksa ya ;)
> Ntar kalau di-reply HD-nya cuma 1 GB each or less,
> bingung juga sih untuk partitioning......

Bagi saya... nggak kok... bagaimanapun juga saya berterima kasih
kepada rekan-rekan yang sudah memberikan masukan bagi masalah
saya dalam meng-install Linux RH v6. Tetapi ini bukan berarti
cukup sampai disini saja lho... saya masih menantikan
'pengalaman' atau saran dari rekan-rekan yang lebih 'senior' dari
saya dalam hal Linux!


  (`-()_.-=-.
  /66  ,  ,  \
=(o_/=//_(   /================================================
    ~"` ~"~~`
 00C Memory hog error: More Ram needed. More! More! More!...
==============================================================

--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com

Kirim email ke