Antonius Han wrote:
> Agus wrote:
> > Apa udah coba kalau setup CMOS untuk boot mulai dari drive D,
> > dengan demikian HD ke 2 tersebut akan dianggap sebagai drive C?
> Sayangnya, CMOS saya masih versi lama, yg belum Y2K Compliance &
> tidak ada menu untuk boot dari drive D:?!?

Jika HD bisa lebih 524 Mb (LBA) mestinya bisa ubah option boot 
melalui Setup CMOS. Itu, semestinya, walau mungkin aja memang 
tidak bisa tapi yang pasti enggak ada kaitannya dengan Y2K (CMIIW).
Atau Anda pakai 386? Informasinya kurang lengkap .... ;)

> Itu sebabnya mengapa HD ber-sistem Win saya taruh sbg drive C:...
> sedangkan HD ber-sistem Linux saya taruh sbg drive D:... dan

Hmm, kalau memang tidak bisa boot dari D menjadi C, dan mau mencoba:
Pakai LOADLIN, katanya. Terus terang, yang ini saya belum pernah
mencobanya untuk drive D jadi enggak bisa menjelaskan lebih lanjut :(
Silahkan cari dan baca HOW-TO atau rekan lain mungkin bisa bantu.

Atau kalau mau seperi saya dulu (sekarang juga masih) jadi petualang:
Jika sebagian besar isi drive C bisa dipindah ke D, 
maka Win dan Linux bisa ditaruh di C
1. Gunakan FDISK (DOS) untuk mengosongkan drive D (Linux) 
   terlebih dahulu dan kemudian buat partisi DOS.
   Boleh disisakan ukurannya untuk Linux Swap (128Mb).
2. Salin data dari C ke D dan kemudian hapus yang di C 
   (hanya yang sudah disalin).
3. Jika ada program di C yang bisa diinstall kembali ke D
   maka hapus saja yang di C. Berlaku bagi program yang kalau cuma
   disalin mungkin gagal (berhubungan dengan registry).
   misal: MS-Office, Antivirus, diinstall lagi ke D (uninstall dulu).
   SET TEMP pindah pakai ke D:\TEMP (atur di AUTOEXEC.BAT)
   Atur Swap Win ke D (Control Panel--System--Performance--Virtual)
4. Gunakan partition magic untuk membuat partisi Linux Native di C
   dan Linux Swap di D, atau Swap-nya juga di drive C juga jika
mencukupi.
5. Install kembali Linux.

CMIIW, hasil partisinya nanti di Linux mungkin seperti ini:
note: hdb atau hdc bergantung Anda memasang drive D sebagai 
Primary Slave (hdb) atau Secondary Master (hdc).

hda1 = Partisi DOS di C
hda2 = Partisi Linux Native di C
hdb1 atau hdc1 = Partisi DOS di D
hdb2 atau hdc2 = Partisi Linux Swap di D
Yang perlu diperhatikan dengan cara ini Anda tidak boleh 
melepas drive D.

Alternatifnya:
hda1 = Partisi DOS di C
hda2 = Partisi Linux Native di C
hda3 = Partisi Linux Swap di C
hdb1 atau hdc1 = Partisi DOS di D

Alternatif lain lagi sebagian Linux di D.
Tetapi, kalau enggak yakin, ya sebaiknya jangan.

Alternatif terakhir, tapi merepotkan ..he..he...
gonta-ganti hardisk antara C dan D.

IMHO:
Kayaknya ane maksa ya ;)
Ntar kalau di-reply HD-nya cuma 1 GB each or less, 
bingung juga sih untuk partitioning......
--


--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com

Kirim email ke