Ass ..
Krishna wrote:
>
> From: Arif Wibi <[EMAIL PROTECTED]>
> > Mereka tidak mempunyai apa yang dimiliki oleh manusia, yaitu hati.
> ------------------------------------------------
> alam mungkin tidak mempunyai hati, tapi rasanya mereka memiliki cinta
> (mungkin tepatnya bukan memiliki)..
Betul sekali.
Alam memberikan apa saja yang dibutuhkan manusia.
Buahnya, daunnya, kulitnya, dagingnya, susunya, tanduknya dan apa saja tak terhitung
...
Tapi kalau alam menunjukkan kemarahannya, bencana dapat kita terima, seperti tanah
longsor, banjir, polusi udara dan air dan lainnya.
Berbijaklah kita untuk tidak melukai cintanya kepada kita.
> bagaimana dengan manusia?
Itulah kelebihan manusia, ia mempunyai hati (kalbu), akal dan nafsu.
> > Benar ketenangan alam tidak bisa disamakan dengan ketenangan hati. Tapi
> kita dianjurkan
> > untuk mempelajari "ketenangan alam" dalam keteraturan ciptaanNya.
> -------------------------------------------------
> kenapa tidak bisa disamakan?
> ada yang bilang, kalo anda "tenang", tidak ada 'anda' tidak ada 'alam'..yang
> ada hanyalah "ketenangan"..
Hati (kalbu) cenderung untuk berbolak-balik, 90 derajat kurang atau lebih, sedikit
atau
banyak, ....
sekarang suka lusanya benci, sekarang khawatir besoknya nekad,
sekarang bilang cantik besoknya bilang ada yang lebih cantik,
pagi cemburu sorenya tak peduli, sekarang benci besoknya sayang,
dulu menyanjung sekarang menghujat.
(pernah nemuin orang/ ce atau co kayak begini nggak ... ? .. :-) )
Hati yang tenang tidak cenderung berbolak-balik
Hati yang tenang terwujud dengan kestabilan jiwa.
Ada yang bilang "Si Fulan telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang"
Bagaimana pendapat anda ?
Ada yang mau nambah, ngurangi, atau koreksi ?
wass ..
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]