Ass..

Ritz wrote:
> 
> At 15:08 04/01/99 +0700, you wrote:

> >ada orang yang negatif pikirannya tetapi positif tindakannya...
> >barangkali positif dan negatif sudah menjadi semacam koin yang tipis...

Positif dan negatif diciptakan memang berpasangan sebagaimana dingin-panas, 
terang-gelap, siang-malam, sedih-gembira dll. Ia nggak bisa berdiri sendiri.

> >bagaimana dengan kekecewaan yang terus berlarut..? 

Tidaklah bijak pada diri sendiri kalau kekecewaan terus berlarut.
Tidak mungkin orang harus kecewa terus menerus, apalagi selama hidupnya.
Dalam satu hari masak hanya ada malam terus ... ?

> >bagaimana tentang dendam...?

Dendam hanya akan mengotori hati di mana pun kita temui sumber dendam berada.
Di mana kita ketemu (misalnya : "mantan do'i") di situ tumbuh dendam.
Yang Maha Besar saja Maha Kasih dan tidak dendam. Lha kok kita yang kecil ini dendam 
..?

> ketragisan, kegagalan hanyalah takdir namun jangan takdir dijadikan kata pamungkas 
>dalam kehidupan ...

Setuju banget ... 
Takdir berasal dariNya.
Tuhan Maha Tahu apa yang akan terjadi. Jangan-jangan kalau kesuksesan yang kita raih 
ternyata membawa bencana beberapa saat kemudian. Ketragisan dan kegagalan adalah ujian 
dariNya. Berbaik sangkalah kepadaNya. Pasti ada hikmahnya.
Bisa dibayangkan kalau kita berburuk sangka kepadaNya, maka hidup penuh dengan keluh 
kesah dan sumpah serapah tiada hentinya. 

> adakah rekan2 yang tahu contoh orang berpikiran negatif tapi tindakannya positif ?

Si Fulan berpikiran negatif bahwa dia jangan-jangan akan kena marah Bapaknya yang 
galak, 
jangan-jangan dia akan didamprat habis-habisan oleh ibunya. Tapi dia bertindak positif 
dengan tidak lari dari masalah. Ia bertemu Bapak dan ibunya dengan rasa hormat, tidak 
menyinggung keduanya, dan menceritakan masalah yang sebenarnya terjadi tanpa menambah 
dan mengurangi, apalagi berbohong.

> ketenangan alam tidak bisa disamakan dengan ketenangan hati. kalau kita sering 
>mengamati pantai dengan ombak yang tak henti-hentinya, ...

Tidakkah kita mengamati bagaimana pantai diciptakan. Ombak bergerak sebagaimana alam 
bergerak sesuai keteraturannya. Ombak laut bergelombang bergerak sesuai dengan 
keteraturannya. Mereka tidak pernah kecewa dan dendam. 
Bagaimana jadinya bila pantai dan ombak laut kecewa dan dendam. Daratan bumi jadi 
berantakan gak karuan.
Mereka tidak mempunyai apa yang dimiliki oleh manusia, yaitu hati.
Benar ketenangan alam tidak bisa disamakan dengan ketenangan hati. Tapi kita 
dianjurkan 
untuk mempelajari "ketenangan alam" dalam keteraturan ciptaanNya. 

Ada yang mau nambah ... ?

salam,

Arif.


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke