Responding to jerry's mail ([EMAIL PROTECTED]):
> jika seseorang menangisi kematian pasangannya, benarkah ia memang menangisi
> pasangannya, atau ia menangis karena ia "tidak memiliki" lagi pasangannya
> dalam menjalani hidup yang susah ini...?
Sah-sah aja sih pendapat seperti ini... karena manusia itu memang berbeda-beda
baik pemahamannya akan makna cinta ataupun hidup itu sendiri.
Bukankah manusia itu unik? Belum lagi ditambah hal-hal yang merupakan buatan
manusia baik fisik maupun maya dapat berubah nilai-nilainya seiring
perkembangan jaman jadi apa yang benar sekarang belum tentu bisa dianggap benar
nantinya kecuali kebenaran absolut yang datangnya juga bukan dari manusia...
> jadi singkatnya, benarkah memang ada cinta sejati itu ? lalu bagaimana dengan
> pendapat yang seperti itu....., mohon pencerahan.
Untuk singkatnya juga, kalau memang ragu cobalah untuk menjawabnya sebagai diri
anda sendiri... apakah anda termasuk yang mempunyai cinta sejati atau menganut
pendapat tersebut?
Pencerahan dari saya adalah... anda adalah personifikasi yang unik dan pendapat
anda pun betapapun berbedanya adalah hal yang unik juga... jadi kalau ditanya
mana yang benar jawabannya adalah tergantung manusianya...
Apakah anda mau menjadi personifikasi yang mana? yang jelas cobalah tetap
menjadi personifikasi yang unik dan jangan mau diseragamkan...
hmm kok jadi ingat lagi film 'Dead Poets Society' yach??? Nonton lagi aaaah
--
Wassalam,
B. 'Avatar' Avianto - http://www.avianto.com
--------------------------------------------
You can destroy your now by worrying about tomorrow.
-- Janis Joplin
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]