Mau nimbrung nii ...
Kalau boleh berpendapat, sejak manusia direstuiNya dan berhasil melalui proses
persalinan sehingga lahir ke dunia, destiny yang bersangkutan sudah tersedia namun
tidak sepenuhnya tetap karena adanya alternatif / percabangan. Aku setuju apa yang
J C katakan, bahwa inilah dinamika untuk keadilan Sang Maha Pencipta.
Salah satu fakta yang terpenting bahwa jodoh sudah disediakanNya adalah makhluk
hidup diciptakan berpasang-pasangan. Tapi mengapa ada seseorang, sekalipun J C
bilang tidak mungkin ada satu ending untuk destiny, yang memilih / mengalami jalan
hidup sendiri ?
salam,
iwan
J C wrote:
> Maaf seandainya salah.
>
> Setahu saya memang ada beberapa hal yg sudah ditentukan takdirnya disaat seorang
> insan manusia hadir kebumi. Salah satunya jodoh.
>
> Dan variabel yg berperan berikut percabangan variabel akan sangat banyak sekali
> (detail), dan manusia itulah yg memilih akan pergi kepercabangan mana dari
> destiny yg dialaminya disuatu titik dlm hidupnya.
>
> Satu yg perlu dipahami, tidak mungkin hanya ada satu ending bagi destiny kita.
> Maksudnya, tidak mungkin seseorang didunia akan dijodohkan HANYA dgn satu orang
> saja. Kenapa tidak? Seandainya satu-satunya jodoh dia masuk kepercabangan yg
> fatal, katakanlah, dia mati muda sebelum ketemu jodohnya, apakah jodohnya itu
> akan jadi single seumur hidup?
>
> Disinilah kita bisa merasakan betapa adilnya Sang Maha Pencipta. Dia tidak
> membuat destiny yg statis, tetapi membuat destiny yg sangat dinamis, yg alurnya
> akan dipengaruhi oleh manusia tsb.
>
> Bahkan ada perkataan-Nya yg berbunyi: Tidak akan aku ubah nasib suatu kaum,
> sebelum kaum itu berusaha.
> Jelas khan bahwa destiny adalah dinamis...?
>
> wassalam
> JC
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]