Original message from: Noviant Stephanus
>Friends...daripada kasih komentar (teguran) terus-terusan dan nantinya yg
>ada malah marah-marahan terus mendingan bantuin kasih saran donk.

OK, Right on topic. :)

>Masalahnya adalah hubungan (pacaran/perkawinan) berlainan agama.

Perbedaan yang diakui oleh hak asasi manusia tapi bisa jadi masalah besar kalau 
seandainya benar-benar dijalankan.

>My best friend (cewek)...dia sudah pacaran dgn cowoknya sekitar +/- 4,5
>tahun dan dua-duanya sudah serius banget sama hubungan mereka sampai sudah
>membicarakan jenjang pernikahan.
>Permasalahannya adalah mereka berlainan agama dan masing-masing keluarga
>bertahan ingin berusaha menarik utk ikut masuk dengan agama yg mereka anut,
>sementara mereka berdua sudah mempunyai prinsip bahwa mereka tidak mau
>memaksa satu sama lain dan mereka siap untuk menjalankan kehidupan rumah
>tangga nantinya dengan berlainan agama.

Hm, kadang-kadang permasalahannya justru di AWAL pacaran sih.
Biasanya orang tidak memikirkan bahwa perbedaan agama itu bisa jadi masalah yang cukup 
serius apabila keduanya sudah serius satu sama lain.
Memang, biasanya sih "Jalanin aja dulu deh, liat aja nanti".
Tapi kadang-kadang itu justru jadi bumerang, sangat disayangkan sebenarnya... sesuatu 
yang bisa dicegah diawal tetapi terlanjur dilaksanakan.

Hidup rumah tangga berlainan agama pada awalnya sepertinya tidak akan menimbulkan 
masalah.
Tetapi coba dipikirkan, bagaimana dengan anak? Disuruh ikut siapa? Kedua orangtuanya 
pasti merasa punya hak...

Alasan yang biasanya diberikan adalah, biarlah si anak yang memilih... tapi ingat 
pendidikan agama itu justru harus diberikan sejak kecil yang justru pada usia kecil 
tersebut si anak belum punya kemampuan untuk memilih... nah lo, bingung kan?

>Temenku dan co-nya itu merasa tertekan dengan kondisi masing-masing
>keluarga, atau dengan kata lain kalau tidak mau mengikuti kemauan mereka
>(keluarga) maka mereka tidak akan direstui sampai mereka punya niat utk
>kawin lari.

Wah, jangan deh kawin lari...
Selain capek juga tidak sesuai dengan pernikahan yang pada dasarnya persatuan dua buah 
keluarga (bukan individu!)...
Iya sih, banyak yang sudah lupa bahwa kalau kita menikah kita bukan mengikat satu 
orang saja tetapi seluruh keluarganya juga ikut terikat.
Nah, apakah kawin lari akan memecahkan masalah ini?

>Saya minta bantuan temen-temen...kira-kira ada saran nggak yg bisa membantu
>temenku itu.
>Sekalian saya mau tanya komentar temen-temen sekalian mengenai hubungan
>(pacaran/perkawinan)dengan beda agama....atau mungkin sebelumnya pernah
>dibahas mengenai hubungan beda agama ini.

Saran saya...
Cinta itu indah dan mampu mengubah segalanya...
Pengorbanan selalu dibutuhkan untuk mencapai cinta yang sejati dan kayaknya salah satu 
memang harus berkorban... =(

Kita disini tidak membicarakan waktu MENIKAH, tetapi lebih kearah depan, masa depan 
dimana anak-anak akan menghiasi kehidupan mereka.
Tapi seperti saya bilang tadi, kalau benar-benar cinta, yang notabene merupakan 
anugrah Tuhan, apa salahnya berkorban untuk menjadikan anugrah tersebut 
sesuatu yang tetap indah?

Itu pendapat saya walaupun saya pribadi berpendapat "lebih baik dicegah sebelum 
terjadi", tapi ya, sudah telat 4 tahun lebih kan?

---
Llanowar Elf
One bone broken for every twig snapped underfoot. 
                     --- Llanowar penalty for trespassing


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke