boleh ikutan...???
Mengutip kata-kata bijak:
"jangan menikahi seorang wanita karena hartanya, parasnya, atau keturunannya,
tapi nikahilah karena agamanya".
satu lagi
"agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku"
(cmiiw)
disini sudah jelas, bahwa pernikahan haruslah didasari iman yg sama. bukankah
cinta kepada Sang Pencipta haruslah lebih besar daripada cinta kepada mahluk?
sedangkan mahluk adalah sesuatu yg fana, yg tidak mungkin kekal layaknya Sang
Pencipta.
the true love adalah cinta yg kekal, yg hanya dapat ditujukan kepada sesuatu yg
kekal pula.
sedangkan cinta kepada mahluk, adalah cinta yg fana, karena hanya berlaku
didunia yg fana ini. bilamana sudah masuk kealam barzakh, cinta didunia pasti
akan ditinggalkan, dan tidak ada lagi orang yg bisa mencintai dan dicintai lagi
dialam sana. hanyalah amalan ibadah kita selama didunia saja yg akan menemani
kita menunggu yaumil akhir.
memang banyak sekali pasangan yg pada awalnya kurang memperhitungkan masalah
perbedaan agama disaat mereka mulai menjalin hubungan. tetapi seandainya mereka
mendapatkan pendidikan agama yg memadai, tentunya mereka tahu bahwa hubungan
cinta antar agama adalah sesuatu yg memiliki konsekuensi berat. jadi jika ada
hal semacam ini, sedikitnya pihak orang tua juga turut bertanggung jawab karena
membiarkan anaknya memulai sesuatu yg sangat sulit diselesaikan.
seandainya pasangan ini nekat meneruskan cintanya kejenjang pernikahan, mungkin
karena pada awalnya mereka belum serius menjalankan agamanya. tetapi bagaimana
jika nanti mereka sudah berusia senja, dimana pada saat ini banyak orang yg baru
mulai memperdalam dan serius dalam menjalankan syariat agamanya...? perjalanan
waktu tidak bisa dimundurkan, lalu mereka baru akan menyesali tindakan dan
perbuatannya selama ini. so.....?
satu hal yg perlu diingat, bahwa jodoh kita tidak mungkin hanya ada satu didunia
ini, maksudnya, bukan berarti jika tidak dgn si A berarti kita tidak memiliki
jodoh yg lain. keep trying aja, masih banyak yg lain koq... :-)
mohon maaf seandainya tulisan saya tidak berkenan dihati rekan-rekan, hanya
inilah yg bisa ditulis oleh saya yg masih awam ini.
wassalam
JC
----- Original Message -----
From: "Lilo Manis" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, August 12, 2000 4:39 PM
Subject: RE: [love] Hubungan beda agama
Ikutan nimbrung ah....
--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Karena ada dua perbedaan keyakinan yang mendasar
> tentang cinta vertikal tadi...disini nilai yang ada,
> nilai yang telah diajarkan untuk masing-masing pihak
> berbeda sekali....sama-sama cinta tapi beda
> diarahkan pada Siapa dan Apa (tujuannya). Perbedaan
> ini yang membuat susah bersatu.
> Bagi saya toleransi antar umat beragama tidak harus
> ditunjukkan dengan cara menikah antar umat beragama.
>
Bener Mbak Yanti.
karena pacaran sudah terlanjur jauh.
Tinggal pilih aja, cinta pada siapa yang di utamakan.
kepada sang pacar, atau ngikutin agama yang di yakini.
Kalau ngikutin cinta pada pacar, konsekwensinya tentu
masa depan anak anak yang bisa terlantar. Bahkan tidak
banyak yang bercerai karena perbedaan agama.
Kalau ngikutin cinta pada agama, yaa tinggal cari
ganti aja. Masih banyak ganti kok,
Demi cinta agama dan masa depan bersama.
salam untuk semua
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]