ada yang cukup menarik...
bagaimana kalau seseorang hidup di tempat yang mengkondisikan harus 
membunuh???
kalau gak salah orang2 eskimo "terpaksa" membunuh untuk bertahan 
hidup...
ada yang memberi tanggapan??
tapi saya harap kita semua jangan menjadikan hal2 seperti ini untuk 
membenarkan Kita boleh membunuh(atau mungkin makan daging..??)...




--- In [email protected], "SWLiang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sy rasa Vegetarian perlu dijabarkan lagi, yaitu berdasar hewan yang 
> terbunuh karena apa...
> 1. pembunuhan sengaja
> 2. kematian memang tiba.
> 
> Pembunuhan sengaja spt halnya peternakan-peternakan, nah ini jelas 
sy 
> kurang mendukung.
> 
> Nah yang pernah sy dengar, di Tibet, rakyat di sana betul2 
menghargai 
> hidup semua makhluk, namun tidak menutup kemungkinan mereka memakan 
> daging hewan2 yang telah meninggal dahulu.
> 
> Bgm tanggapan yang lain?
> 
> Salam,
> Suwarno
> 
> --- In [email protected], siwu <b831zi@> wrote:
> >
> > Terima kasih atas penjabaran YANG TERSIRAT dari WELAS ASIH yang 
> telah
> > dibawakan dengan jelas dan gamblang, bukan hanya sekedar 
> berdasarkan YANG
> > TERSURAT.
> > 
> > Selain itu perlu saya tambahkan juga mengenai kisah Cakkhupala 
> Thera yang
> > bila hanya diartikan secara tersurat juaga bisa membawa pada 
> pemahaman
> > separuh benar. Saya petik ulang kisah akhir dan kesimpulan kisah 
> tersebut
> > dari posting Bro Sagga Dhana:
> > 
> > <<Sang Buddha kemudian menjawab, "Kalian tidak melihatnya, 
demikian 
> pula
> > Cakkhupala Thera juga tidak melihat serangga-serangga itu, karena 
> matanya
> > buta. Selain itu Cakkhupala Thera telah mencapai kesucian Arahat. 
> Ia telah
> > tidak mempunyai kehendak untuk membunuh".
> > Diambil dari kisah Dhammapada atthakatha 1:1
> > Dalam hal diatas, ada dua syarat yang hilang yaitu adalah :
> > * panasannita – Bhante Cakkhupala Thera tidak mengetahui 
keberadaan 
> makhluk
> > hidup.
> > * vadhacittam – kehendak untuk membunuh.
> > Sehingga ia tidak melakukkan pembunuhan.>>
> > 
> > Di sini kita harus berhati-hati, kalau berprinsip: asal tidak 
> memiliki
> > kehendak membunuh serta tidak mengetahui keberadaan makhluk 
hidup, 
> maka
> > tidak tergolong dalam kategori pembunuhan. Ini pandangan yang 
> menguntungkan
> > diri sendiri dan mengabaikan inti dasar Guru Buddha yakni: 
> KEWASPADAAN.
> > 
> > Kenapa Thera tidak mengetahui keberadaan makhluk hidup, itu 
karena 
> kedua
> > mata beliau tidak dapat melihat, bukan karena beliau tidak 
WASPADA. 
> Sebagai
> > siswa Buddha, kita sudah seharusnya membiasakan diri untuk 
berjalan 
> dengan
> > pandangan mata terarah pada jalan di bawah telapak kaki, bertujuan
> > menghindari menginjak binatang kecil yang mungkin kebetulan 
berada 
> di jalan
> > yang sedang kita lalui. Inilah salah satu bentuk kewaspadaan yang 
> harus kita
> > pahami dan terapkan. Demikian juga dengan setiap perbuatan yang 
kita
> > lakukan: adakah perbuatan ini akan menyebabkan pembunuhan bagi 
> makhluk lain?
> > Bila bisa membawa kematian bagi makhluk lain, tetapi tetap harus
> > melakukannya, apa yang harus kita lakukan untuk itu?
> > 
> > Kedua pertanyaan itulah yang harus kita tanyakan, bukan hanya 
> berpegang
> > secara TERSURAT: tidak memiliki kehendak membunuh dan tidak 
> mengetahui
> > keberadaan makhluk hidup yang terbunuh, maka tidak tergolong 
dalam 
> kategori
> > membunuh.
> > 
> > Ini sekedar tambahan yang ingin saya bawa ke forum ini, mungkin 
ada
> > rekan-rekan yang bisa menambahkan dengan lebih baik makna dari 
> tulisan saya
> > ini.
> > 
> > Anumodana.
> > 
> > Salam, siwu
> > 
> > 
> > On 2/10/06, willyyandi <willyyandi@> wrote:
> > >
> > >
> > >
> > > dari dulu hal ini yang telah menimbulkan perdebatan yang tiada
> > > habisnya....
> > >
> > > memang pada dasarnya "vegetarian" amat disarankan dan berarah
> > > positif... namun bukan berarti vegetarian wajib dilaksanakan...
> > >
> > > sebenarnya makna ber-"vegetarian" adalah ketika seseorang 
> melaksanakan
> > > vegetarian, ia merenungkan dan memahami bahwa ketika ia 
> bervegetarian,
> > > ia telah menyelamatkan makhluk hidup secara tidak langsung...
> > > Dalam hal ini, sebenarnya adalah faktor "pikiran" sehingga
> > > mempengaruhi alam bawah sadarnya sehingga secara tidak langsung
> > > membuatnya semakin WELAS-ASIH...
> > >
> > > Namun di sisi lain ketika ia ber"pikir" bahwa tidak 
bervegetarian
> > > berarti mendukung pembunuhan dan berpikir negatif, ia telah 
> membuat
> > > dirinya semakin terseret oleh "EGO" atau "AKU"...hingga mungkin
> > > menimbulkan kebencian atau ketidaksukaan....
> > >
> > >
> > > di satu sisi orang yang mendukung makan "daging" dan 
> terus "ngotot"
> > > bahwa hal yang ia lakukan telah sesuai dengan ajaran BUDDHA, ia 
> juga
> > > telah terikat oleh "AKU" atau "EGO"...
> > >
> > > yang penting dipahami di sini adalah bahwa ketika kita belajar 
> untuk
> > > tidak makan daging, kita perlu melatih "WELAS ASIH" kita, bukan 
> hanya
> > > tidak "makan" daging, tapi dengan memahami bahwa tujuan untuk 
> tidak
> > > makan daging adalah meningkatkan WELAS ASIH...
> > >
> > > namun jangan sampai kita "terpaksa" untuk makan daging atau 
tidak
> > > makan daging hanya karena "EGO"....
> > >
> > > latihlah untuk tidak makan daging untuk meningkatkan WELAS ASIH
> > > kita... bukan untuk bangga atau pamer demi "EGO"...
> > >
> > > untuk yang masih makan daging, jangan terus "ngotot" dan 
> terbawa "EGO"
> > > diri sendiri... tetap disarankan banyak makan buah2an dan 
sayur2an
> > > untuk kesehatan...jika masih ingin makan daging, jangan dipaksa 
> untuk
> > > tidak makan daging... tapi usahain kurangi untuk kesehatan kita 
> sendiri...
> > >
> > > terima kasih atas perhatiannya...
> > > semoga kita selalu mengembangkan WELAS ASIH kita tanpa batas...
> > >
> > >
> > >
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke