"Tanya jawab" ini (disebut mondo dalam bahasa Jepang) dan 
pernyataan-pernyataan para master yang sekarang dinamakan sebagai koan 
tidaklah dikenal sebagai demikian pada jaman ketika benar-benar terjadi; 
semua itu hanyalah cara yang digunakan para pencari kebenaran untuk mencapai 
penerangan dan cara yang dipakai para master Zen demi para rahib yang 
bertanya. Apa yang bisa kita namakan sebuah cara yang agak sistematis untuk 
mempelajari Zen berawal pada masa para master dari dinasti Sung sekitar abad 
ke dua belas. Salah satu dari mereka memilih apa yang dikenal sebagai "Mu!" 
(wu dalam bahasa CIna) dari Master CHao-Chou, -- sebagai sebuah koan dan 
diberikan kepada para muridnya untuk dimeditasikan. Kisah "Mu!"-nya 
CHao-chou adalah sebagai berikut:

Chao-chou Ts'ung-shen (778-897, Joshu Jushin dalam bahasa Jepang) adalah 
salah seorang master Zen besar dari dinasti T'ang. SUatu ketika ia ditanya 
oleh seorang rahib, "Apakah anjing punya Hakekat-Kebuddhaan 
(Buddha-nature)?" Jawab sang master, "Mu!". "Mu!" (wu) secara harafiah 
berarti "tidak". Tetapi bila digunakan sebagai sebuah koan maknyanya 
tidaklah penting, --hanya: "Mu!". Sang murid disuruh mengkonsentrasikan 
pikirannya pada bunyi tanpa makna "Mu!" tanpa memandang apakah artinya "ya" 
atau "tidak" atau, bahkan, apa pun lainnya. Hanya "Mu!" "Mu!" "Mu!"

Perulangan monoton bunyi "Mu!" ini akan berlangsung terus sampai pikiran 
sepenuhnya jenuh dengannya, tiada lagi ruang tersisa untuk pemikiran lain 
apa pun.

Orang yang mengucapkan bunyi tersebut secara demikian, dengan suara atau 
tanpa suara, sekarang sepenuhnya menyatu dengan bunyi tersebut; hingga ia 
bukan lagi seorang individu yang mengulang-ulang "Mu!" tersebut; "Mu!" itu 
sendirilah yang mengulang-ulang dirinya sendiri. Ketika ia bergerak, 
bukanlah dia sebagai seorang yang sadar akan dirinya sendiri tetapi "Mu!". 
"Mu!" tersebut berdiri atau duduk atau berjalan, makan atau minum, bicara 
atau membisu. Sang individu lenyap dari medan kesadaran yang sekarang 
diduduki sepenuhnya oleh "Mu!". Bahkan, seluruh semesta bukanlah apa-apa 
kecuali "Mu!". "Surga di atas, bumi di bawah, aku sendirian adalah yang 
paling mulia!" "Mu!" adalah "Aku" ini. Kita sekarang bisa mengatakan bahwa 
"Mu!" dan "Aku" tersebut dan Bawah-Sadar Kosmik - ketiganya adalah satu dan 
satu adalah tiga. Bila keadaan keseragaman tau identitas ini berlaku, 
kesadaran berada dalam situasi unik, yang saya sebut "bawah-sadar secara 
sadar" atau "sadar secara bawah-sadar".

Tetapi ini masih belum suatu pengalaman satori. Kita bisa menganggapnya sama 
dengan apa yang dikenal sebagai samadhi, yang artinya "ekuilibrium", 
"keseragaman", atau "ketenangan-hati", atau "keadaan ayem-tenteram". Bagi 
Zen ini tidak cukup; harus ada suatu keterjagaan (awakening) yang mendobrak 
ekuilibrium tersebut dan membawa kembali ke level kesadaran relatif, tatkala 
suatu satori terjadi. Tetapi yang disebut level relatif ini tidak 
benar-benar relatif; ini adalah perbatasan antara level sadar dan 
bawah-sadar. Begitu level ini tersentuh, kesadaran biasa seseorang menjadi 
terinfus dengan arus dari bawah-sadar. Inilah saat ketika pikiran yang 
terbatas menyadari bahwa ia sebenarnya berakar di dalam yang tak-erbatas. 
Dalam istilah agama Kristen, inilah saat ketika jiwa mendengar secara 
langsung atau secara batin: suara Tuhan yang hidup. Orang Yahudi bisa 
mengatakan bahwa Musa sedang dalam keadaan pikiran ini di gunung Sinai 
tatkala ia mendengar Tuhan mengumumkan namanya sebagai "Aku adalah Aku".

_________________________________________________________________
Shopping made easy @ tradingpost.com.au 
http://a.ninemsn.com.au/b.aspx?URL=http%3A%2F%2Fwww%2Etradingpost%2Ecom%2Eau%2F%3Freferrer%3DnmsnHMetagv1&_t=753082530&_r=emailtagline&_m=EXT





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke