MAHA KARUNA DHARANI Dengan ulasan dari YANG MULIA TRIPITAKA ACARYA HSUAN HUA
------------------------------------- 48. Mi Di Li Ye MI DI LI YE artinya ukuran yang tepat". Ia juga berarti "ukuran agung", yakni, banyak sekali. MI DI LI YE juga bisa berarti hati welas asih agung". Hati yang welas asih itu agung karena ia tidak terbatas. Ia melindungi semua makhluk dan menuntun mereka mencapai kebahagiaan; mereka kembali kepada asalnya, jauh dari semua rasa takut dan semua kesengsaraan. Ini adalah Tangan dan Mata Toya. Toya mempunyai sembilan cincin di atasnya. Di masa lalu, mereka yang telah meninggalkan rumah membawa toya ini saat berjalan. Mengiringi setiap langkah mereka, sembilan cincin itu mengeluarkan bunyi, memperingatkan semua serangga kecil agar menyingkir sehingga tidak terinjak. Toya adalah Harta Karun Buddhis. Bodhisattva Penyanggah Bumi selalu membawa Toya dan menggunakannya sebagai kunci untuk membuka pintu neraka. Apabila kita mengembangkan Tangan dan Mata ini, hati welas asih kita akan masak, dan kita akan dapat melindungi dan menyelamatkan semua makhluk hidup. 49. Nwo La Jin Chr NWO LA JIN CHR mempunyai arti "kasih mulia, yang paling mulia", pemimpin paling tinggi di antara yang mulia. Ia juga berarti "perlindungan baik, mahkota perlindungan". Pengikut Jalan dapat melindungi semua makhluk hidup, penuh perhatian pada mereka, serta membawakan kepada mereka tingkatan tertinggi pencerahan. Ini merupakan Tangan dan Mata Botol Permata, juga disebut Tangan dan Mata Botol Hu. Botol ini dapat menjauhkan semua kekotoran dunia, menyembuhkan makhluk hidup dari semua penderitaan. Bodhisattva yang mengembangkan Tangan dan Mata ini sepenuhnya mampu melindungi dan penuh perhatian pada semua makhluk hidup. Setelah mengembangkan Tangan dan Mata ini hingga tuntas, orang akan mampu menolong makhluk hidup dan menyingkirkan semua kesukaran dan malapetaka. 50. Di Li Shai Ni Nwo Selanjutnya, DI LI SHAI NI NWO mempunyai arti "kokoh dan tajam". Kalimat ini juga berarti "pedang". Ini adalah Tangan dan Mata Pedang Permata. Sebelumnya, pada waktu menjelaskan Empat Puluh Dua Tangan dan Mata, saya telah memberitahu kalian bahwa Pedang Permata digunakan untuk menaklukkan semua hantu-hantu li mei dan wang liang. Pada saat kalian telah berhasil mengembangkan Tangan dan Mata ini, semua setan langit dan kaum eksternal, juga semua hantu li mei dan wang liang akan dijinakkan. Mereka takluk karena takut kepada Pedang Permata. Tangan dan Mata ini sangat dashyat. Jika setan langit dan kaum eksternalis menolak mematuhi perintah, mereka akan dipotong oleh Pedang Permata! 51. Pe Ye Mwo Nwo PE YE MWO NWO mempunyai tiga makna. Pertama, "nama terdengar", karena nama telah terdengar di seluruh dunia di sepuluh penjuru. Ia juga berarti pujian kebahagiaan", karena Buddha-Buddha dari sepuluh penjuru bergembira memuji nama itu. Dan terakhir, PE YE MWO NWO berarti penyempurnaan nama", dan penyempurnaan semua arti". Maksudnya, semua kewajiban telah diselesaikan. Ini adalah Tangan dan Mata Anak Panah. Dengan mengembangkannya, kita akan dapat dengan cepat bertemu dengan sahabat baik. 52. Swo Pe He Di dalam Mantra Welas Asih Agung, SWO PE HE sangat penting. Kata ini muncul empat belas kali, dan memiliki enam makna. Dan di mana pun kata ini muncul di dalam Mantra Welas Asih Agung, keenam makna itulah yang dibawanya. Arti pertamanya adalah pencapaian". Jika orang mengucapkan mantra, ia dapat menyelesaikan segala yang ingin ia selesaikan, dan memperoleh apapun yang ia cari. Apabila ia tidak memperoleh hasil seperti ini, itu hanya disebabkan hatinya belum tulus. Jika hatinya tulus dan keyakinannya sejati, ia pasti akan berhasil. Namun jika keraguan setitik saja muncul dalam hatinya terhadap mantra ini, akibat adanya pencampuran antara keyakinan dan keraguan, ia tidak akan berhasil. Kedua, SWO PE HE berarti "mulia". Pada waktu orang membacakan mantra, semua perbuatan yang tercela berubah menjadi mulia. Bodhisattva mengetahui apakah kita memiliki keyakinan atau tidak. Mereka tahu apakah kita benar-benar yakin, apakah kita setengah yakin setengah tidak, apakah kita banyak percayanya dan keraguannya hanya sedikit. Sehingga, keyakinan sejati harus dimiliki jika orang ingin berhasil dan segalanya menjadi mulia. Misalnya saja, ayah seseorang sakit dan ia ingin agar ayahnya sembuh. Bolehlah ia mengucapkan mantra ini. Jika ia sungguh-sungguh percaya, akan ada hasilnya. Atau, barangkali seseorang ingin bertemu teman lamanya. Jika ia mengucapkan mantra dengan penuh keyakinan, segera ia akan bertemu dengannya. Atau jika ia berpikir, Saya tidak memiliki teman, saya ingin mendapatkan sahabat sejati," dan jika ia mengucapkan mantra ini dengan penuh keyakinan, dan terus mengucapkannya, ia akan mendapatkan teman yang baik, bahkan seorang Penasihat Baik Yang Mengetahui. Arti yang ketiga dari SWO PE HE adalah tenang sama sekali". Pada waktu seorang bhiksu berangkat untuk dilahirkan kembali, ke Nirvana pada waktu ia mati itu disebut menjadi "tenang sama sekali". Ini tidak sama artinya bahwa orang mengucapkan mantra ini, Swo Pe He, Swo Pe He, Swo Pe He", lalu mati dan menjadi tenang sama sekali; orang tidak membaca mantra ini supaya mati. Apa gunanya hal seperti itu? Tidak ada orang yang mau mati. Ketenangan sama sekali artinya jasa-jasa baik telah lengkap, dan hakikat kebajikan adalah ketenangan, sampai ke tingkat di mana orang biasa tidak dapat mengukurnya dan hanya para Buddha dan Bodhisattva yang dapat mengetahui praktek kebajikan yang telah dilaksanakan. "Melenyapkan bencana" adalah maknanya yang keempat. Semua kesengsaraan dihentikan dan dilenyapkan. Memperbanyak manfaat" adalah artinya yang kelima. Pengucapan SWO PE HE sangat bermanfaat. Saya tidak percaya ada orang yang tahu arti keenam dari SWO PE HE ini. Jika ada di antara kalian yang tahu, ia bisa memberitahu saya mengapa tidak ada yang tahu? Karena saya belum pernah menjelaskan sebelumnya. Artinya yang keenam adalah tidak tinggal". Di dalam Vajra Sutra dikatakan, Orang harus menghasilkan pikiran yang tidak tinggal di mana pun". "Tidak tinggal" artinya tidak melekat. Hati tidak tinggal di mana pun dan tidak melekat pada apapun. Ketidakmelekatan berarti segala sesuatunya berjalan dengan baik. Ia merupakan sejenis Dharma-tidak-melakukan-apapun, namun tidak ada apapun yang tidak dilakukan. "Tidak tinggal" adalah tidak melakukan apapun, dan tidak melakukan apapun adalah "tidak tinggal". Ketika suatu pikiran muncul, pikiran itu seharusnya tidak menetap di mana pun: inilah makna keenam dari SWO PE HE. Kita tidak tinggal di dalam penderitaan, ketidaktahuan, keserakahan, kebencian, kebodohan, keangkuhan, dan keraguan. Jika masih memiliki pikiran-pikiran seperti itu, kita harus segera menaklukkannya. Pikiran-pikiran seperti itu harus dijinakkan agar kita tidak menetap di mana pun. Taklukkan mereka dengan Tangan Pedang Permata. Ada yang bilang hatinya penuh dengan keserakahan. Ke sinilah, saya akan menyembelihnya. Penuh dengan hantu kebencian? Saya akan memotong mereka. Setan kebodohan? Akan kucincang! Semua itu saya lakukan dengan Pedang Permata Raja Vajra saya, Pedang Kebijaksanaan saya. Jika ingin menaklukkan setan-setan langit dan kaum eksternal, kita pertama-tama harus menaklukkan pikiran salah terlebih dahulu. Pada waktu pikiran salah telah dikalahkan, setan-setan dan kaum eksternal juga telah kalah, dan bahkan jika mencoba mengganggu, mereka hanya akan menemui kegagalan. Di mana pun SWO PE HE muncul, ia memiliki enam arti ini. (bersambung) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
