MAHA KARUNA DHARANI
Dengan ulasan dari
YANG MULIA TRIPITAKA ACARYA HSUAN HUA

-------------------------------------

53. Syi Two Ye
54. Swo Pe He
55. Mwo He Syi Two Ye
56. Swo Pe He

SYI TWO YE mempunyai lima arti: "Pencapaian, kemuliaan
mendadak", "dilakukan", "menyempurnakan manfaat",
"menyempurnakan semua arti", dan "memuji yang
terhormat".

Pencapaian, kemuliaan mendadak, menyatakan bahwa
melalui penggunaan kekuatan mantra ini kita dapat
langsung memperoleh apapun yang kita harapkan. Orang
mungkin bilang, "Saya mengucapkan Mantra Welas Asih
Agung, dan belum mendapatkan apapun seketika itu
juga."

Pengucapan mantra ini memerlukan hasil yang
berhubungan dengan keahlian spiritual masing-masing.
Tanpa hasil yang berkaitan ini, tidak akan ada
pencapaian. Dengannya, setiap permintaan akan
dikabulkan, „seperti yang engkau kehendaki". Dan
apapun yang dicari akan datang menghampiri.

SYI TWO YE juga berarti „dilakukan". Apapun yang
dilakukan, akan dilakukan dengan sempurna.
„Menyempurnakan semua arti" maksudnya apapun urusan
yang sedang dihadapi, akan mendatangkan keberhasilan.
„Penyempurnaan manfaat" menunjuk kepada manfaat bagi
diri sendiri dan manfaat bagi orang lain. Memuji yang
terhormat berarti setiap orang berkata, „Engkau sangat
baik."

MWO HE SYI TWO YE: Setiap orang tahu bahwa MWO HE
mempunyai arti „agung". Kalimat ini mempunyai arti
bahwa kita dapat menyelesaikan semua masalah-masalah
besar, kebajikan dan buah jasa agung, juga karma Jalan
yang agung. Apapun yang dilakukan, akan berhasil
dengan sempurna.

Dua kalimat itu bersama-sama, SYI TWO YE SWO PE HE MWO
HE SYI TWO YE SWO PE HE, merupakan Tangan dan Mata
Sutra Permata. Sutra Permata adalah naskah yang sangat
keramat, suatu pusaka Dharma. Jika orang mengembangkan
Tangan dan Mata ini, ia akan meraih manfaat yang tidak
habis-habis, dan abadi. Di masa yang akan datang,
kebijaksanaan dan ingatannya akan luar biasa kuatnya
dan ia akan memiliki pengetahuan yang luar biasa, di
samping ingatan yang sangat kuat.

Ingatan kita cepat berlalu, sungguh mirip dengan orang
yang tidak mampu berjalan tanpa tongkat penopang:
setelah membaca sesuatu kita sukar sekali
mengingatnya. Jika tiba waktunya untuk memanfaatkan
apa yang sudah kita pelajari, kita harus terlebih
dahulu membuka catatan. Mengapa ingatan kalian selemat
itu? Karena kalian tidak pernah mengembangkan Tangan
Sutra Permata. Orang akan memiliki pengetahuan yang
luar biasa, seperti ensiklopedia hidup, seperti Yang
Arya Ananda, jika ia mengembangkan Tangan Sutra
Permata.

Tidak disangsikan bahwa Yang Arya Ananda, yang nomor
satu di dalam pengetahuan, telah mengembangkan Tangan
dan Mata Sutra Permata dengan sempurna, selama masa
yang tidak terkira panjangnya, sehingga jika ada
sesuatu yang lewat di telinganya, ia tidak pernah
lupa. Bahkan ingatannya telah sampai pada tingkat di
mana ia mampu mengingat hal-hal yang belum
didengarnya.

Mengapa saya berkata seperti ini? Yang Arya Ananda
dilahirkan pada hari ketika Sang Buddha menyadari
Kebuddhaan, dan ia belum mendengar Dharma yang
dibabarkan Sang Buddha hingga dua puluh tahun
kemudian, tatkala ia pergi meninggalkan rumah.

Lalu bagaimana ia dapat mengulang kembali Sutra yang
diucapkan Sang Buddha, seperti yang dilakukannya
setelah Sang Buddha menuju Nirvana? Itu karena ia
mendengar Sutra-Sutra itu dari pengikut-pengikut yang
lebih tua, dan mengingatnya. Atau mungkin
pengikut-pengikut yang lebih tua tidak mengucapkan
padanya, melainkan Sang Buddha sendiri yang
mengulanginya untuk Ananda pada saat Ananda sedang
bersamadhi, sehingga ia dapat mengingatnya semua. Ia
mampu mengingatnya karena telah mengembangkan Tangan
dan Mata Sutra Permata dengan sempurna, sehingga
ingatannya sungguh luar biasa.

Banyak orang telah bertanya kepada saya bagaimana
mendapatkan ingatan yang kuat, dan jawabannya
sederhana saja, yaitu kembangkanlah Tangan dan Mata
Sutra Permata. Tidak diragukan mereka yang mengingat
Sutra-Sutra dengan sangat jelas memiliki pertalian
dengan Tangan dan Mata ini. Ini adalah, menurut
penjelasannya, Bodhisattva yang memancarkan cahaya dan
memegang lentera merah.

Seluruh tubuh Bodhisattva ini mengeluarkan cahaya
terang benderang, yang melambangkan kebijaksanaan
agung yang tidak terputus, ingatan yang sangat kuat,
pengetahuan yang luas, dan ilmu yang luar biasa –
inilah buah jasa baik dan kebajikan yang dihasilkan.


57. Syi Two Yu Yi
58. Shr Pan La Ye
59. Swo Pe He

SYI TO mempunyai arti "mencapai manfaat". YU YI
artinya "tiada kegiatan" atau "ruang kosong".
Sementara SHR PAN LA YE artinya "kebahagiaan". Ini
adalah Tangan dan Mata Kotak Permata, yang dengannya
orang bisa mendapatkan semua harta mestika yang
terpendam di dalam bumi, dan menggunakannya demi
manfaat semua makhluk hidup. Kalimat ini mengandung
arti: dasar prinsip dari hakikat diri kita telah
mendapatkan kebahagiaan dan mencapai semua manfaat.


60. Nwo La Jin Chr
61. Swo Pe He

NWO LA JIN CHR artinya "perlindungan cinta kasih",
dalam arti memberikan perlindungan cinta kasih pada
semua makhluk hidup. Kalimat ini menyatakan arti welas
asih, dan merupakan Tangan dan Mata Botol Permata.


62. Mwo La Nwo La
63. Swo Pe He

MWO LA itu "seperti yang engkau kehendaki". NWO LA
artinya „sangat terhormat". Ini adalah Tangan dan Mata
Tali, yang dapat membawa kedamaian dalam semua keadaan
yang sulit, seperti keadaan sakit, kecelakaan, ataupun
rintangan. Tangan Tali banyak manfaatnya. Kita membuat
tali dari serat-serat lima warna, dan setelah
mengembangkan Tangan dan Mata ini hingga sempurna,
semua yang perlu kita lakukan cuma melemparkan Tali
dan menjerat semua setan aneh, hantu, monster, hantu
li mei dan wang liang. Mereka tidak akan dapat lari
karena telah terikat. Karena tidak dapat melarikan
diri, mereka menyerah. Ini adalah Dharma yang ajaib,
meskipun kelihatannya biasa.


64. Syi Lu Seng E Mu Chwye Ye
65. Swo Pe He

SYI LU SENG berarti „pencapaian, perlindungan kasih" –
perlindungan kasih sayang kepada semua makhluk.

E MU CHWYE YE mempunyai arti „tidak kosong, tidak
menolak". Tidak kosong berkaitan dengan keberadaan,
tetapi keberadaan ini adalah keberadaan yang ajaib.
Tidak menolak artinya tidak satu Dharma pun yang
dikesampingkan; semua Dharma dipelajari. Sehingga
dikatakan:

Ketika melakukan pekerjaan Buddha,
tidak satu Dhama pun yang ditolak;
Sari dari Yang Demikian Itu Sejati
tidak satu debu pun yang dikumpulkan.

E MU CHWYE juga mengandung arti „perkumpulan kasih,
kesatuan yang harmonis". Ini adalah usaha
membahagiakan semua makhluk hidup dan hidup di dalam
harmoni dengan mereka. Ini tidak lain tidak bukan
merupakan Tangan Kapak Permata. Orang yang
mengembangkannya tidak akan mengalami kesulitan dengan
penjara, dan di semua tempat, kapan saja, ia akan
terhindar dari masalah hukum. Kalimat ini juga bisa
berarti, di dalam hakikat diri sendiri kita mencapai
semua kebajikan dan buah jasa dengan bahagia.

Kalian mungkin heran, „Jika saya mengembangkan Dharma
ini, dapatkan saya melanggar hukum dan terhindar dari
penjara?" Bukan begitu! Kita tidak boleh melanggar
hukum! Apabila telah mengembangkan Dharma ini dan
memahami Buddhadharma, bagaimana bisa kita melanggar
hukum? Karena tidak melanggar hukum, tentu saja kita
tidak akan ditahan ataupun dipenjarakan.

Namun, kadang-kadang, orang-orang tidak berdosa
ditangkap dan dipenjarakan. Ini karena mereka tidak
pernah mengembangkan Tangan dan Mata Kapak Permata
ini.

(bersambung)






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke