SEKUNTUM TERATAI UNTUK ANDA SEORANG CALON BUDDHA! Jika anda ingin menjadi lebih damai, lebih tenang serta lebih bahagia, saya sarankan agar anda membaca tulisan-tulisan dari Bhante Thich Nhat Hanh, bagi saya beliau adalah guru yang sangat memahami akan kehidupan manusia-manusia di jaman ini, kebutuhan akan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan, dan cinta..
Bagi anda yang menyukai tulisan dari Bhante Thich Nhat Hanh, saya telah menerjemahkan dan diedit oleh Bhante Dharmawimala salah satu buku tulisannya yang berjudul "Under The Rose Apple Tree", saya akan membaginya menjadi beberapa bagian dan menyertakannya bagian demi bagian. Semoga dapat membantu anda menjalani kehidupan ini. Di bawah Pohon Jambu THICH NHAT HANH Diterjemahkan oleh: Dayapala Steven Diedit oleh : Bhante Dharmavimala Daftar Isi Kata Sambutan oleh Thich Nhat Hanh Anda adalah Seorang Calon Buddha Berlatih Perhatian Murni Anda Tidak Pernah Dilahirkan Ketika Keadaan Menjadi Sulit Berlatih untuk Mencintai Mengejar Awan Dengar, dengar, Suara yang menakjubkan ini membawaku kembali ke rumah sejatiku KATA SAMBUTAN OLEH THICH NHAT HANH Ketika saya berumur sembilan tahun, pada sampul sebuah majalah saya melihat gambar seorang Buddha duduk dengan damainya di atas rerumputan. Saat itu saya pun ingin menjadi damai dan bahagia seperti itu juga. Dua tahun kemudian kita berlima para remaja pria sedang duduk bersama berbincang-bincang tentang kita ingin menjadi apa ketika dewasa nanti. Kita membahas berbagai macam bidang; salah satu remaja berkata ia ingin menjadi seorang dokter, yang lain berseru ingin jadi ahli mesin, dan lain sebagainya. Akan tetapi setelah beberapa saat, kita menyadari bahwa tidak ada satu pun yang menarik untuk kami. Kemudian kakakku Nho berkata, "Saya ingin menjadi seorang rahib." Ini adalah ide baru, tetapi saya mengetahui saya juga ingin menjadi rahib. Hal itu dikarenakan gambar yang kulihat di majalah. Lalu seorang berkata, "Bagaimana jika kita semua menjadi rahib?" Memang itu hanya perkataan anak kecil, akan tetapi ternyata kita berlima benar-benar menjadi rahib. Salah seorang menjadi rahib katolik (pastor), dan yang lainnya menjadi rahib buddhis (biksu). Hingga hari ini pun, tiga di antara kami adalah rahib. Benih untuk menjadi biksu tertanam dengan kuat pada diri saya setelah diskusi tersebut. Saya benar-benar ingin menjadi biksu, tetapi saya mengetahui orangtua saya akan sulit menerimanya karena kehidupan seorang biksu sangatlah sederhana, dan mereka ingin anak-anaknya menikmati hal-hal indah dalam kehidupan duniawi. Saya tahu saya harus mempersiapkannya dengan matang. Saya memiliki sebuah buku harian dan dari saat ke saat saya menuliskan tentang aspirasi saya untuk menjadi seorang biksu. Suatu hari saya meminta kepada ibu saya untuk membacakan buku harian itu kepada ayah supaya mereka memahami keinginan saya. Adalah sangat sulit bagi saya untuk melakukannya secara langsung. Dengan cara itu, perlahan-lahan, langkah demi langkah, saya mendapatkan persetujuan orangtua dan diijinkan untuk tinggal di biara. Saya menjadi sramanera (calon biksu) pada umur enambelas. Thich Nhat Hanh, juga dikenal dekat sebagai Thay (guru), adalah seorang biksu Zen yang telah mengajar empat generasi biksu dan biksuni di Vietnam dan di Barat, dan juga ribuan praktisi lainnya. sekian bagian 1 salam penuh kasih, Dayapala ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
