Sahabat,
Saya bukan ingin menggurui, bukan pula sok ngajari, tapi sekedar mencoba
berbagi apa yang saya obrolkan dengan teman di japri, dan kemudian bertanya,
apakah arti sebuah agama dan keyakinan itu bagi anda. Sebuah aktivitas ke-luar
diri kah, atau sebaliknya merupakan proses internal, agar lalu malu dan rendah
hati itu muncul dan menjadi tiang bagi kehidupan berspiritual yang sejati.
Seringkali kita melihat, makin religius seseorang, makin congkak dan sombong
dirinya, namun, congkak dan sombong ini, bukan dalam bentukan kata-kata, namun
dalam bentuk tiada keterbukaan hati, nurani akan pandangan orang lain. Padahal,
mana mungkin bisa rendah hati dan tidak sombong kalau tembok dibangun setinggi
bintang..... dan seringkali lalu kita suka lupa diri....
Ini tanya jawab saya dengan seorang sahabat di japri, namanya saya
hilangkan...
====
Bro,
Ya, gue kira juga banyak yang seperti anda, gue juga termasuk. Semua orang
itu mulai dari nol, minus bahkan, dan kemudian berproses dan lalu menjadi lebih
baik dan lebih sadar.
bisa menghidupi anak istri, nggak ganggu orang ke bar, karoeke dan sterusnya,
gue kira itu baik aja. Nggak tahu kalau dari sisi agama ya, gue nggak mau
pusing soal itu. Kalau pun elo sampai cari pelacur, gue kira itu masih lebih
baik dari pada memperkosa anak oranglain, memperkosa pembantu, dst dst. Jadi,
baik itu relatif dan juga bertingkat-tingkat, dan gue kira yang penting itu
sepanjang kita tidak menyesali apa yang kita lakukan dan akan lakukan , yah,
nggak pa pa toh. Tapi itu tadi kita bukan ngomong soal agama dan ajaran
spiritual, paling tidak dalam pandangan umum.
Namun sebetulnya semua ajaran spiritual, semua agama itu tidak pernah
memaksakan perubahan dalam pribadi seseorang, kalau lah mungkin ada yang
begitu, sekarang rasanya sudah terlalu banyak campur tangan manusianya baik
lisan maupun tertulis, namun tentu susah untuk menjelaskan ini dan mengatakan
ini kepada yang beriman, yang religius.
Bisa membaca ajaran spiritual itu menunjukkan suatu tanda yang baik, artinya
kita punya jodoh untuk bisa berkembang jauh dan jadi maju. Hanya lalu maukan
kita memulai dan memproses diri dengan tekun dan menemukan pola pengajaran dan
pelatihan diri kita sendiri, menemukan jalan kita sendiri, yang benar dan pas.
Hanya dengan demikian lalu proses perbaikan dan perkembangan batin itu akan
bergulir lebih cepat.
Kalau latihan kita benar, samadhi kita benar, akan terbentuk semacam
keinginan untuk memperbaiki sila kita dan keengganan untuk berbuat hal-hal yang
kurang manfaat bagi diri kita, ke karoeke misalnya mabuk misalnya, walaupun
keenganan itu bukan berupa paksaan, namun lebih pada urusan di dalam diri kita.
Kalau keinginan untuk baik itu belum muncul, keenganan untuk melakukan hal
kurang manfaat itu tidak muncul mungkin belum pas latihannya atau niatnya belum
kuat.
Bisa saja anda mengatakan, dengan ke karoeke anda menolong para waitress di
sana dan para pelayan dst di sana, ada benar nya juga sih hehehehee, walaupun,
kalau anda tidak ke sana, kan ada saja orang lain yang melakukannya untuk anda,
tapi kalau anda mau terus ikut berpartisipasi ke sana sih, silahkan saja,
hehehehehe. Kan bebas kok....
Naik tingkat dari pemikiran, hmm... hehehehe saya kira anda sudah bisa
menjawabnya sendiri dan mungkin sudah pernah baca. Pemikiran itu hanyalah
pemikiran, membaca itu hanyalah memperkaya pikiran, lalu hanya dengan praktek
dan latihan dan lalu bermeditasi setiap detik dari hidup anda atau dengan
istilah lain hidup dengan penuh kesadaranlah anda akan bisa menjadikan apa yang
anda baca itu sebagai apa yang anda alami. Mungkin dalam istilah Buddhis ini
disebut meditasi satthi pattahana. Kalau anda masih belom mengerti ,
singkatnya, kalau anda belum mau ikut berlatih meditasi Zen lepas dari anda itu
suka ke bar, ke karoeke dst dst, anda tidak akan mengalami apa yang anda baca
itu dan anda cuma akan kembali terjebak pada pemikiran untuk naik tingkat dst
dst.
Ini saya beri sedikit puisi untuk sekedar joke saja.
Naik tingkat meditasi
emang ada tingkatnya
Naik tingkat pemikiran
Mana tangganya
Pemikiran tinggal pemikiran
Cuma alat dan sarana
Perantara sejati dengan khayal
Cermin sejati bukan sejati
Binalah sejati
Pikir kan bersih
Binalah diri bukan pikiran
binalah batin dan hati agar tahu sejati
dan bertemu jati diri
Mungkin itu yang bisa saya share, semoga berkenan, soal minum toak/arak, ngai
juga masih , koook, hehehehe.
salam
irwan
b_n > wrote:
boro-boro ngerti nggak ada aku, jerawatan aja udah repot banget, emang
susah kalau mau ngelepasin kemelekatan, gua jadi mikir, kalau sampe
mati, gua nggak bisa ngikutin ajaran mulia ini, hidup gua gimana ya?
apa gua ngikutin hati gua seperti sekarang:
happy aja, yg penting pikiran gua bener ngidupin anak bini,usaha,
nolong org lain, bisa ke karaoke,minum bir, nggak mau nyusahin org,
tapi mau ngibulin org dlm usaha supaya dapet untung,dan seterusnya
supaya gua dan keluarga bisa hidup.
kalo baca zen, ch'an dll, mungkin gue bisa(baru MUNGKIN), kalo semua
kebutuhan org yg kita cintai cukup (dlm arti hidup mereka bertingkah
laku baik dlm pandangan umum).
sedih banget deh gue, gue ngerti jalan itu,tapi gue nggak bisa, apa
kurang semadi? apa ada cara lain supaya bisa naik tingkat dari
pemikiran ini?
tolongin dong!!!!!!
---------------------------------
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs.Try it free.
[Non-text portions of this message have been removed]
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/