1.Seperti perumpamaan LILIN dan API di Theravada ini bisa di artikan ada ROH yang kekal.
Satu sumber api, dibagi-bagikan ke beberapa LILIN atau kayu atau apapun, api pertama dgn API kedua, sama saja, dengan api Ketiga dst. Kalo semua lilin di padamkan, dan sumbernya juga dipadamkan, apakah API sudah lenyap? Tentu jawabnya : API tidak bisa lenyap, kenapa? karena betul satu sumber api dipadamkan, tetapi alam ini maha luas, kita bisa membuat api lagi dari alam misal: dari menggosok kayu kering dll, lalu api bisa muncul lagi, mana bisa lenyap api itu? Ini diumpamakan API tidak bisa lenyap seperti ROH itu kekal tidak bisa lenyap, tapi jasmaninya lenyap (lilinnya lenyap) 2.Juga di katakan di THERAVADA kalau : Makhluk-makhluk yang ada di alam-alam kehidupan ini (manusia, binatang, dewa, setan, hantu, dan makhluk-makhluk halus lainnya) terus-menerus terseret oleh roda kehidupan & kematian (samsara) oleh karena semuanya diliputi oleh ketidaktahuan/kegelapan batin (avijja). Karena adanya Avijja (kegelapan batin) sampai terseret oleh roda hidup dan mati, berarti mengakui adanya gelapnya batin, kalau mengakui adanya avijja / kegelapan batin, kata-kata "batin" di sini apa bukan ROH yang kekal? 3.Juga ada yang mengatakan : Wa pernah dengar, setelah meninggal yang ada itu hanyalah KESADARAN. Dari karma yang telah dilakukan semasa hidup, ini yang akan menentukan kemana KESADARAN itu pergi. Bukankah kesadaran ada datang dan ada pergi itu mengartikan adanya ROH yang kekal, hanya saja satu mengatakan kesadaran dan yang lain mengatakan ROH? ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
