Rumah Sakit: bukan berarti rumah yang sakit tetapi rumah tempat merawat orang 
yang sakit.
Baju Tidur bukan berarti baju yang tidur tetapi Baju yang dipakai khusus pada 
saat atau mau tidur. 
Matahari bukan berarti hari punya mata.
Orang tua bukan berarti selalu orang yang sudah tua.

Jalan Raya berarti jalan yang besar (besar dalam arti sebenarnya, lebar)
Hari Raya adalah Hari besar dalam arti hari yang dibesarkan, diagungkan, karena 
ada sesuatu peristiwa yang dirayakan atau dibesarkan.

Hari Suci bukan berarti hari-nya yang suci, tetapi hari yang disucikan, karena 
hari2 lainnya penuh dengan aktivitas duniawi (yang umum diasumsikan sebagai 
tidak suci); sedangkan hari Waisak melakukan aktivitas2 yang (yagh..relatif) 
suci/non-duniawi seperti: puja-kebaktian, meditasi, ceramah Dharma, berpantang 
makan, dll. (paling tidak mengarahkan kita kepada kehidupan yang menginginkan 
dan/atau berlandaskan hati yang suci).

Pesta? Pesta lebih dianalogikan pada perayaan setelah misi/tujuan yang 
diinginkan seorang atau sekelompok orang tercapai. Umumnya lebih berbau hal-hal 
duniawi dimana disediakan makanan dan hiburan.

Pesta merupakan perayaan tetapi perayaan belum tentu Pesta. Perayaan terkadang 
ada atau umumnya diisi dengan pesta.

Hari Suci dikatakan sebagai hari yang disucikan juga dapat dikarenakan pada 
hari itu di masa lalu (yang diakibatkan oleh siklus/ periodisasi pengulangan 
hitungan waktu) pernah terjadi peristiwa yang dianggap Suci. Pada hari Waisak 
di masa lalu, pernah terjadi tiga peristiwa suci makanya dapat disebut Hari 
Trisuci Waisak.

Kesimpulan:
Hari Raya Waisak : benar
Hari Suci Waisak : benar
Hari Trisuci Waisak : benar
Pesta Waisak : tidak benar

(ada yang keberatan?)
Salam,
Yadi Go



sutedja tj <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  “Waisak 
sepatutnya disebut ‘Hari Raya’ bukan ‘Hari Suci’ alasannya saat itu umat Buddha 
hanya memperingati dan merayakannya (pesta). Kata Hari dan ‘Waisak’ hanya 
menunjukkan waktu yang berjalan cepat dan berubah. Jadi satuan waktu tersebut 
tidak dapat meraih kesucian. Yang dapat meraih kesucian adalah ‘Batin’ kita 
yaitu; ‘Kesadaran Murni’. Memang harus kita sadari bahwa manusia ada lemahnya, 
mari kita mulai memperbaikki semua kesalahan kita di masa lalu, demi kemajuan 
kita ke depan dan demi memberi contoh yang baik dan benar kepada re-generasi 
kita yang akan datang”. 
    
   Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
   Semoga semua mkhluk hidup bahagia.
   Gadog-Cipanas, Selamat Hari Raya Waisak 2551.
   1.Juni 2007/Tahun Buddhis 2551.
   Salam damai dan bahagia dari jauh..
   Bhikkhu Sudhammacaro.
 
 ---------------------------------
 Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when. 
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       

       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke