Dear Bhikkhu Sudhammacaro,
Bisa dikatakan begitu bahkan bisa saja kita mengatakan bahwa setiap hari adalah
hari Suci kalau perlu setiap saat (detik) adalah suci BILA setiap saat tersebut
kata2, perbuatan bahkan pikiran kita diarahkan dengan penuh kesadaran ke arah
kesucian (bebas dari dosa, lobha dan moha). Namun ini tidak mudah karena
pikiran manusia umumnya sudah terbelenggu dengan dualisme, baik dan buruk.
Kesucian yang absolut bebas dari dualisme. Ini makanya dalam vipassana kita
diajarkan hanya mengamati, tidak menilai ataupun memberi respon pada yang
sedang terjadi pada pikiran. Bila kita menilai maka akan timbul baik dan buruk.
(Dunia merupakan perpaduan ataupun kompetisi antara kebaikan dan keburukan).
Saat menilai baik buruk tersebut pikiran kita kembali membentuk Ego. Ego inilah
yang membuat kita mengalami penderitaan.
Kata suci dalam bahasa inggris bukan purity, tetapi sacred, holy.
Inggris atau America malah lebih keliru atau sembarangan dalam memakai kata
suci atau Holy. Mereka memakai holyday atau holiday untuk hari libur atau
vacation.
Dari Wikipedia:
hol·i·day
n.
A day free from work that one may spend at leisure, especially a day on
which custom or the law dictates a halting of general business activity to
commemorate or celebrate a particular event.
A religious feast day; a holy day.
Chiefly British. A vacation. Often used in the phrase on holiday.
Holidays are "holy days," when people interrupt the profane, mundane round of
production and celebrate with the...................
Middle English holidai, holy day, from Old English hālig dæg : hālig,
holy; ...
Sila2 ataupun aturan2 yang ditetapkan bukanlah dimaksudkan membuat seseorang
menjadi suci tetapi untuk menyederhanakan pola hidup atau perilaku seseorang.
Dengan penyederhanaan ini pikiran yang tadinya begitu kompleks akibat merespon
objek2 dengan indria (mata, hidung dll) menjadi berkurang ke-liar-annya. Dengan
demikian pengendalian ataupun pengamatan pikiran menjadi lebih mudah dilakukan.
Ingat kata2 Buddha, bahwa pikiran adalah Majikan. Baik dan Buruk berawal dari
pikiran.
Jadi kita tak dapat menilai suci tidaknya seseorang dari berapa banyak sila
yang dilakukannya. Semakin banyak sila yang diperlukan untuk mengendalikan ego
seseorang menunjukkan semakin besarnya keterikatan orang tersebut pada objek2
duniawi. Begitu lemahnya orang tersebut dari serangan atau godaan objek2
duniawi sehingga diperlukan sila2 untuk melindunginya. Seseorang yang suci
bahkan bisa dikatakan tidak memerlukan sila lagi KARENA pikirannya tidak lagi
merespon objek2 indriawi. Jadi sekali lagi pelaksanaan sila bukan ukuran
kesucian seseorang.
Salam,
Yadi Go
sutedja tj <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bhikkhu
Sudhammacaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Date: Fri, 6 Jul 2007 05:43:55 -0700
(PDT)
From: Bhikkhu Sudhammacaro <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Fwd: Re: [MABINDO] Hari Raya Waisak
To: sutedja tj <[EMAIL PROTECTED]>
Kalau begitu puja bakti di semua wihara tiap hari
Minggu dll, juga dianggap hari suci puja bakti,
alasannya saat itu semua umat melakukan seperti apa
yang anda tulis. Kita harus malu dengan umat luar
negeri yang tidak mudah menyebut kata suci dengan
sembarangan dan asal saja, contoh hari Raya Waisak mereka
menulis atau menyebutnya "Waisak Day" cukup, juga
semua buku Dhamma misalnya "Majjhima Nikaya" cukup
dll, tidak ada kata atau tulisan purity (suci), saya
mengajak umat agar berpikir dan berucap (menulis)
dengan rasa pengertian Dhamma yang benar, tujuannya
untuk memperbaiki kekeliruan yang sudah jauh, kasihan
re-generasi kelak akan terus menjadi umat yang kurang pintar,
akibat pembodohan spiritual yang sudah berkarat.
Semoga saat ini kita sadar dan mau memnyelamatkan
generasi yad. Terima kasih atas perhatiannya dan mohon
maaf bila kurang berkenan di hati anda.
Salam damai dan bahagia...
bhikkhu Sudhammacaro.
--- sutedja tj wrote:
> Yadi Go wrote: To:
> [email protected]
> From: Yadi Go
> Date: Fri, 29 Jun 2007 05:13:34 -0700 (PDT)
> Subject: Re: [MABINDO] Hari Raya Waisak
>
> Rumah Sakit: bukan berarti rumah yang sakit tetapi
> rumah tempat merawat orang yang sakit.
> Baju Tidur bukan berarti baju yang tidur tetapi Baju
> yang dipakai khusus pada saat atau mau tidur.
> Matahari bukan berarti hari punya mata.
> Orang tua bukan berarti selalu orang yang sudah tua.
>
> Jalan Raya berarti jalan yang besar (besar dalam
> arti sebenarnya, lebar)
> Hari Raya adalah Hari besar dalam arti hari yang
> dibesarkan, diagungkan, karena ada sesuatu peristiwa
> yang dirayakan atau dibesarkan.
>
> Hari Suci bukan berarti hari-nya yang suci, tetapi
> hari yang disucikan, karena hari2 lainnya penuh
> dengan aktivitas duniawi (yang umum diasumsikan
> sebagai tidak suci); sedangkan hari Waisak melakukan
> aktivitas2 yang (yagh..relatif) suci/non-duniawi
> seperti: puja-kebaktian, meditasi, ceramah Dharma,
> berpantang makan, dll. (paling tidak mengarahkan
> kita kepada kehidupan yang menginginkan dan/atau
> berlandaskan hati yang suci).
>
> Pesta? Pesta lebih dianalogikan pada perayaan
> setelah misi/tujuan yang diinginkan seorang atau
> sekelompok orang tercapai. Umumnya lebih berbau
> hal-hal duniawi dimana disediakan makanan dan
> hiburan.
>
> Pesta merupakan perayaan tetapi perayaan belum tentu
> Pesta. Perayaan terkadang ada atau umumnya diisi
> dengan pesta.
>
> Hari Suci dikatakan sebagai hari yang disucikan juga
> dapat dikarenakan pada hari itu di masa lalu (yang
> diakibatkan oleh siklus/ periodisasi pengulangan
> hitungan waktu) pernah terjadi peristiwa yang
> dianggap Suci. Pada hari Waisak di masa lalu, pernah
> terjadi tiga peristiwa suci makanya dapat disebut
> Hari Trisuci Waisak.
>
> Kesimpulan:
> Hari Raya Waisak : benar
> Hari Suci Waisak : benar
> Hari Trisuci Waisak : benar
> Pesta Waisak : tidak benar
>
> (ada yang keberatan?)
> Salam,
> Yadi Go
>
>
>
> sutedja tj wrote: Waisak sepatutnya disebut Hari
> Raya bukan Hari Suci alasannya saat itu umat
> Buddha hanya memperingati dan merayakannya (pesta).
> Kata Hari dan Waisak hanya menunjukkan waktu yang
> berjalan cepat dan berubah. Jadi satuan waktu
> tersebut tidak dapat meraih kesucian. Yang dapat
> meraih kesucian adalah Batin kita yaitu;
> Kesadaran Murni. Memang harus kita sadari bahwa
> manusia ada lemahnya, mari kita mulai memperbaikki
> semua kesalahan kita di masa lalu, demi kemajuan
> kita ke depan dan demi memberi contoh yang baik dan
> benar kepada re-generasi kita yang akan datang.
>
> Sabbe satta bhawantu sukhitatta.
> Semoga semua mkhluk hidup bahagia.
> Gadog-Cipanas, Selamat Hari Raya Waisak 2551.
> 1.Juni 2007/Tahun Buddhis 2551.
> Salam damai dan bahagia dari jauh..
> Bhikkhu Sudhammacaro.
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car
Finder tool.
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware
protection.
[Non-text portions of this message have been removed]